Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Nama Wabup Wonogiri Setyo Sukarno Dicatut untuk Penipuan, Uang Masjid Ludes

Syahaamah Fikria • Minggu, 6 Maret 2022 | 01:35 WIB
Tangkapan layar chat WA pelaku penipuan yang mengatasnamakan Setyo Sukarno kepada penasihat takmir Masjid Asy Syukur. (ISTIMEWA)
Tangkapan layar chat WA pelaku penipuan yang mengatasnamakan Setyo Sukarno kepada penasihat takmir Masjid Asy Syukur. (ISTIMEWA)
WONOGIRI - Nama Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri Setyo Sukarno dicatut untuk melakukan modus penipuan di sejumlah daerah di Kota Sukses. Bahkan, sudah ada korban dengan kerugian belasan juta rupiah atas modus penipuan itu.

Pelaku berusaha memperdaya korbannya lewat WhatsApp (WA) dengan foto profil menggunakan foto Setyo Sukarno. Pelaku menipu korban hingga mentransfer sejumlah uang yang disebut sebagai kelebihan transfer.

Pengurus Masjid Asy Syukur di Dusun Geran, Desa Sedayu, Kecamatan Pracimantoro menjadi korban penipuan itu. Sekretaris masjid yang tak ingin disebutkan namanya menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (3/3) lalu.

Dia menceritakan, awalnya penasihat takmir masjid mendapatkan chat WA bahwa masjid itu bakal menerima bantuan dari Pemkab Wonogiri oleh pelaku yang menggunakan foto profil Setyo Sukarno. Disebutkan bahwa masjid itu mendapatkan bantuan dana rumah ibadah dari Pemkab Wonogiri yang akan disalurkan lewat transfer rekening.

Penasihat takmir masjid pun mengirim nomor rekening beserta foto buku rekening. Setelah itu, pelaku menginformasikan bahwa transfer akan dilakukan oleh Pemkab Wonogiri.

"Lalu dikirimi foto bukti transfer orang yang mengaku sekretarisnya pak wabup, ditransfer Rp 22 juta," kata dia saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (5/3).

Penasihat takmir masjid itu pun melaporkan adanya bukti "transfer" masuk kepada pelaku penipuan. Dari situ, pelaku menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan seharusnya senilai Rp 15 juta, bukan Rp 22 juta. Itu disebut pelaku miskomunikasi dan uang senilai Rp 7 juta adalah bantuan untuk panti.

Akhirnya penasihat takmir masjid diminta mentransfer uang Rp 7 juta kepada pihak panti. Transfer pun dilakukan oleh penasihat takmir masjid ke rekening yang disebut pelaku sebagai rekening panti asuhan.

"Lalu masih berlanjut lagi. Yang mengaku sekretarisnya pak wabup menginformasikan kalau ada tambahan donasi dari pak bupati (Joko Sutopo) secara pribadi. Dikirim bukti tranfer senilai Rp 13 juta," kata sekretaris takmir masjid.

Modus yang dilakukan sama. Transfer itu disebut dibagi dua, Rp 6,5 juta untuk masjid dan Rp 6,5 juta lainnya untuk panti. Penasihat takmir masjid yang percaya itu pun kembali mentransfer uang ke rekening panti seperti yang diminta pelaku.

Hingga akhirnya pada Kamis (3/3) malam dilakukan rapat takmir masjid secara terbatas. Mereka membahas informasi dari pelaku penipuan akan adanya kunjungan dari pejabat Pemkab Wonogiri keesokan harinya ke masjid itu.

Tak berselang lama, kembali ada chat dari pelaku pencatut nama wabup. Dalam pesan itu diinformasikan bahwa ada tambahan donasi dari kantong Setyo Sukarno sebesar Rp 11 juta. Sebesar Rp 5 juta untuk masjid, Rp 5 juta ditransferkan ke panti, dan Rp 1 juta untuk pengurus takmir. Namun transfer tak dilakukan kerena sudah limit transfer harian.

Photo
Photo
Tangkapan layar chat WA pelaku penipuan yang mengatasnamakan Setyo Sukarno kepada penasihat takmir Masjid Asy Syukur. (ISTIMEWA)

"Di situ saya curiga dan coba inisiatif menanyakan langsung kepada pak wabup terkait bantuan dana untuk rumah ibadah dari Pemkab Wonogiri. Saya tanya teman untuk kontaknya (wabup) dan dapat. Awalnya saya tanya apa ada rencana terkait kunjungan keesokan harinya ke masjid kami, beliau ngendika kalau tidak," kata dia.

Dari situ pihak masjid tersadar bahwa baru saja mengalami penipuan. Uang sebesar Rp 13,5 juta pun sudah terlanjur ditransfer. Uang itu berasal dari kantong penasihat takmir masjid dan juga uang infak masjid.

Sekretaris takmir masjid pun mengaku mendapatkan petunjuk dari Wabup Setyo Sukarno untuk melaporkan hal itu ke polsek setempat. Untuk sementara ini, pihaknya sudah berkonsultasi dengan anggota Polsek Pracimantoro atas kejadian itu.

"Ini masih konsultasi. Tapi rencananya kita juga mau bikin laporan," ucap dia.

Dihubungi terpisah, Wabup Setyo Sukarno mengaku belakangan namanya banyak dicatut untuk upaya penipuan terhadap takmir masjid. Dia juga sudah mengetahui adanya korban yang mentransfer uang ke penipu. Modus yang dilakukan oleh pelaku sama.

"Telepon atau WA yang mengatasnamakan saya untuk hal semacam itu mohon diabaikan saja. Di APBD Wonogiri tidak ada anggaran untuk donasi ke tempat ibadah. Itu penipuan," tegas dia.

Setyo Sukarno pun mendesak aparat hukum menindaklanjuti hal tersebut. Itu demi mencegah kembali timbulnya korban penipuan yang lebih banyak.

"Mohon aparat bisa ditindak pelaku penipuan ini," pungkas dia. (al/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#penipuan #whatsapp #Wakil Bupati Wonogiri #setyo sukarno #nama setyo sukarno dicatut