"Bazar Ramadan digelar mulai 5-25 April," terang ketua panitia bazar Ramadan Waluyo, Rabu (6/4).
Konsep bazar adalah menyediakan sejumlah pilihan kuliner untuk berbuka puasa di 35 stan. Live music dari pegiat seni kecamatan setempat turut memeriahkan suasana.
"Lapaknya macam-macam. Makanan tradisional ada. Yang banyak minuman. Buka jam 15.30, tutup ketika azan Magrib. Rata-rata sudah habis saat waktunya berbuka," ujarnya.
Menurut Waluyo, antusiasme pengunjung sangat besar. Buktinya di hari pertama banyak lapak kuliner yang dagangannya ludes terjual. Bazar tersebut secara tidak langsung meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Jadi kan lumayan bisa membantu menambah pemasukan warga selama Ramadan," terangnya.
Di lain sisi, sebelum pagebluk Covid-19, di Giritontro juga digelar car free day (CFD) yang menjadi ajang membuka lapak dagangan. Tapi sayangnya, CFD mandek.
“Akhirnya kami coba bikin acara bazar ini. Antusiasmenya Alhamdulillah sangat baik," pungkas Waluyo. (al/wa/dam) Editor : Damianus Bram