Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Jenang Khas Pracimantoro, Wonogiri: Oleh-Oleh Andalan Kaum Boro

Damianus Bram • Sabtu, 9 April 2022 | 16:00 WIB
YUMMY: Jenang khas Pracimantoro biasa dipakai untuk oleh-oleh kaum boro yang akan kembali ke perantauan. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
YUMMY: Jenang khas Pracimantoro biasa dipakai untuk oleh-oleh kaum boro yang akan kembali ke perantauan. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
WONOGIRI - Siapa tak kenal dengan jenang? Makanan tradisional bercita rasa manis itu bisa ditemui di sejumlah daerah, termasuk di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri. Jenang dodol dari Pracimantoro kerap dipesan untuk acara hajatan hingga dibawa kaum boro yang kembali berangkat merantau.

Perajin dan penjual jenang banyak tersebar di sebelah selatan Pasar Pracimantoro. Mereka mempertahankan resep dari leluhur untuk menciptakan jenang. Salah satunya adalah Samsudin, pembuat jenang asal Godang RT 01 RW 01 Desa/Kecamatan Pracimantoro.

”Kalau saya sejak tahun 2000 membuat jenang. Sejak dulu bahannya tidak berubah,” kata pria yang akrab disapa Samsu itu.

Bahan utamanya adalah tepung beras dan tepung ketan. Ditambah bahan lain seperti gula merah dan sedikit gula pasir. Cita rasa manis bakal menggoyang lidah penikmatnya.

Samsu mengatakan, jenang bikinannya banyak dipesan untuk acara hajatan. Selain itu, saat Lebaran banyak juga pemburu jenang. Biasanya adalah kaum boro yang hendak kembali ke perantauan dan membawa buah tangan khas Kecamatan Pracimantoro itu.

Kakek 78 tahun itu menuturkan saat pandemi pesanan jenang sempat menurun. Pasalnya, banyak pembatasan yang diperuntukkan bagi wong ndue gawe atau hajatan. Namun, seiring dilonggarkannya pembatasan, pesanan mulai berdatangan.

”Sering juga ada perantau yang cari oleh-oleh. Pernah dibawa ke Jawa Barat, Kalimantan, sampai Sumatra. Ada yang pesan dulu, ada juga yang ambil stok yang sudah jadi. Misal jenangnya sudah agak keras dikukus nanti empuk lagi,” kata dia.

Harga jenang yang dijualnya bervariasi, tergantung berat dari jenang itu sendiri. Misalnya, 1 kilogram jenang dibanderol Rp 25 ribu. Namun bisa juga memilih ukuran yang lebih kecil atau lebih besar. Proses memasak jenang membutuhkan waktu sekitar enam jam. Perbandingan tepung yang digunakannya 60 persen tepung ketan dan 40 persen tepung beras.

”Proses masaknya kan diaduk terus selama enam jam. Kalau berhenti bisa gosong. Kalau sudah mengental bisa disambi ngaso sebentar,” kata dia.

Jenang yang dibikin Samsu dipastikan tanpa pengawet. Jenang tersebut hanya bisa bertahan maksimal selama empat hari. Karena itu pihaknya tak menjual jenang secara online.

”Kalau jenang di sini tidak pakai pengawet. Kalau ada jenang yang tahan belasan hari pasti pakai pengawet. Kalau perajin disini banyak yang mempertahankan resep dari orang tuanya,” tandasnya. (al/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Jenang Dodol Khas Pracimantoro #Jenang Dodol #Jenang Khas Pracimantoro #Makanan Khas Wonogiri