Aksi tersebut menyedot antusiasme masyarakat yang menyemut di lokasi. Koordinator aksi Heri Gatot Purwanto menegaskan, ada panggilan jiwa para seniman reog untuk mendesak pemerintah segera mendaftarkan reog ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco).
“Jangan sampai ada negara lain yang mengklaim reog milik mereka. Jika reog diklaim sebagai budaya negara lain, harga diri Indonesia serasa direndahkan,” ungkapnya.
Joko Purnomo, pemilik grup reog Gembong Suro Joyo mengatakan, beberapa waktu lalu, sejumlah seniman reog di Kota Sukses menemui dirinya. Mereka ingin melakukan protes terhadap sikap Malaysia yang akan mendaftarkan reog ke Unesco sebagai kebudayaan mereka.
"Seniman reog di Wonogiri bersama daerah lain tidak terima dengan klaim yang dilakukan Malaysia," ujar Joko Purnomo yang juga anggota DPRD Provinsi Jateng itu.
Ditambahkannya, seniman reog mendesak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) segera mendaftarkan reog sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia. (al/wa/dam) Editor : Damianus Bram