Sejak 2017, lewat program prioritas, Pemkab Wonogiri mengucurkan sekitar Rp 58 miliar guna mengatasi masalah krisis air bersih di Wonogiri bagian selatan. Salah satunya Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito.
“Di Desa Gendayakan terdapat 506 KK (kepala keluarga) yang dapat menikmati sambungan rumah (SR) air bersih. Tinggal putar kran, sudah bisa mendapatkan air bersih,” ujar Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Senin (25/4).
Fasilitas tersebut bakal diresmikan Ketua DPR RI Puan Maharani, hari ini. Menurut Joko Sutopo, Puan mendorong agar pemerintah daerah memprioritaskan program yang memang sangat penting atau mendesak.
“Termasuk program kekurangan air bersih di musim kemarau ini menjadi skala prioritas sejak 2017," ujar bupati.
Selain berkunjung ke Kecamatan Paranggupito, Puan yang juga elit PDI Perjuangan bakal melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Sekretariat DPC PDI Perjuangan Wonogiri di Brumbung Kecamatan Selogiri.
Jekek yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Wonogiri menuturkan, gedung baru dibangun dua lantai dengan anggaran Rp 3,6 miliar. "Sumber dananya dari gotong royong fraksi," tuturnya.
Wakil bupati Wonogiri yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Wonogiri Setyo Sukarno menambahkan, ketua DPR RI juga dijadwalkan memimpin peletakan batu pertama revitalisasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Lingkungan Joho, Kelurahan Giriwono, Kecamatan Wonogiri Kota. Terdapat ratusan unit rumah yang akan direhabilitasi. (al/wa/dam) Editor : Damianus Bram