Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Penuhi Gizi Pasien TBC untuk Pemulihan

Damianus Bram • Rabu, 27 April 2022 | 04:49 WIB
TERLAYANI MAKSIMAL: Poliklinik Paru/TB-DOTS untuk merawat pasien rawat jalan di Wonogiri. (ISTIMEWA)
TERLAYANI MAKSIMAL: Poliklinik Paru/TB-DOTS untuk merawat pasien rawat jalan di Wonogiri. (ISTIMEWA)
WONOGIRI – Penderita Tuberculosis (TBC) membutuhkan asupan gizi yang cukup agar lekas pulih. Karena itu, perlu penunjang bagi pasien TBC.

Diketahui, TBC adalah penyakit yang disebabkan infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Pasien membutuhkan waktu 3-4 bulan untuk memulihkan kesehatannya. Lebih lama jika pasien mempunyai infeksi penyakit lainnya.

Merujuk data Riskedas 2018, TBC tidak bisa diabaikan begitu saja, karena 75 persen pasien TBC adalah kelompok usia produktif. Sementara itu, sepanjang 2021, RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso mencatat 33 pasien rawat inap dan 340 rawan jalan terdiagnosa utama TBC, sedangkan tahun ini, hingga Maret, terdapat 12 pasien rawat inap dan 118 orang rawat jalan dengan penyakit yang sama.

Pelayanan pasien TBC rawat jalan dilakukan di Poliklinik Paru/TB-DOTS. Untuk yang rawat inap di ruang isolasi airborne disease Bangsal Teratai dengan jumlah enam tempat tidur.

Kepala Instalasi Gizi RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Pratiwi Yusuf Budhi Susetyo mengatakan, secara umum, kebutuhan gizi penderita TBC akan meningkat, baik makronutrien maupun mikronutrien.

Rekomendasi terbaru kebutuhan energi pada pasien TBC dengan malnutrisi (gizi kurang/buruk), yaitu sekitar 35-40 kcal/kgBBI/hari untuk memenuhi kebutuhan energi akibat meningkatnya energi ekspenditur serta pemecahan energi dalam tubuh.

“Sumber energi yang dianjurkan sebaiknya tidak berlebihan pada jenis karbohidratnya. Tapi juga diseimbangkan dengan sumber lemak (tidak ada pantangan pada konsumsi lemak)," katanya, Selasa (26/4).

Sumber energi (karbohidrat) yang bisa dikonsumsi antara lain nasi putih, kentang, roti, umbi-umbian, jagung, tepung terigu, tepung beras. Namun, pada penderita TBC paru sebaiknya mengonsumsi makanan dengan porsi kecil dan sering.

Asupan protein dianjurkan sekitar 1,2–1,5 g/kgBB/hari atau 75-100 gram protein per hari untuk mencegah terjadinya pemecahan protein dalam cadangan tubuh. Pemecahan protein bisa juga terjadi di massa otot.

Selain itu, penderita TBC juga diketahui mengalami kehilangan protein/ protein loss nitrogen yang menimbulkan malabsorbsi (gangguan penyerapan) di saluran pencernaan hingga berakibat terjadi diare, kehilangan cairan, elektrolit, dan zat gizi lain.

"Makanan sumber protein yang baik untuk dikonsumsi antara lain putih telur, daging ayam, daging sapi, ikan air tawar, ikan air laut, tahu, tempe, dan kacang hijau," ujar Tiwi, sapaan akrab Pratiwi Yusuf Budhi Susetyo.

Mikronutrien (zat-zat gizi mikro) yang direkomendasikan pada penderita TBC yaitu vitamin A, E, B6, C, D, dan folat. Selain itu, zat-zat gizi yang kadarnya berkurang selama masa infeksi, yaitu zat besi, zinc, dan selenium.

Zat-zat mikronutrien tersebut juga harus terpenuhi dengan baik untuk menunjang fungsi imun pada pasien TBC.

Menurut Tiwi, tidak ada makanan khusus untuk mencegah penyakit TBC. Tapi ada beberapa jenis zat gizi yang bisa dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas tubuh) guna mengurangi risiko terinfeksinya penyakit.

Jenis makanan yang mengandung zat-zat gizi untuk meningkatkan daya tahan tubuhsangat banyak. Vitamin A banyak terdapat pada hati ayam, hati sapi, susu yang difortifikasi vitamin A, keju, wortel, bayam, kale, bayam, papaya, mangga, tomat, kacang polong.

Sumber vitamin E antara lain minyak dan biji bunga matahari, almond, kacang, minyak jagung, bayam, brokoli, minyak kedelai, kiwi, mangga, dan tomat. Makanan sumber vitamin B6 (piridoksin) di antaranya beras (putih), kacang-kacangan, bawang bombay, bayam, tofu, semangka, hati ayam, hati sapi, sereal, kacang-kacangan, kentang, dan pisang.

Makanan sumber asam folat seperti hati sapi, bayam, beras (putih), asparagus, lettuce, alpukat, brokoli, kacang merah, roti, tomato, kepiting, jeruk, papaya, pisang, telur, susu, daging ayam (dada).

Sementara vitamin C banyak terdapat pada jeruk, anggur, kiwi, brokoli, strawberi, tomat, kubis, kentang, tomat, bayam, kacang polong. Berbagai contoh makanan yang mengandung vitamin D yaitu salmon, jamur, ikan tuna, hati ayam, trelur, keju, susu dan yogurt.

Anjuran konsumsi susu per hari untuk memenuhi kebutuhan vitamin D kalsium yakni sekitar dua gelas per hari, sedangkan sumber makanan yang mengandung zinc yaitu daging dan produk laut.

"Konsumsi air putih yang cukup, yaitu 10-12 gelas per hari untuk menunjang sistem imun tubuh yang baik," terang Tiwi. (al/wa) Editor : Damianus Bram
#Tuberculosis #RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso #Penuhi Gizi Pasien TBC #Pasien TBC