Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Solo, saat tiba di lokasi Ketua DPR RI ini disambut dengan sejumlah pertunjukan diantaranya adalah tarian Kethek Ogleng dan Reog Ponorogo dari seniman-seniman yang ada di Wonogiri.
Dalam sambutannya, Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan kedatangan Ketua DPR RI Puan Maharani ke Desa Gendayakan adalah bentuk kecintaan terhadap warga setempat.
"Beberapa waktu lalu beliau memberikan perintah kepada saya sebagai Bupati Wonogiri, karena beliau mendengar ada daerah yang selalu kekeringan selama puluhan tahun," kata dia.
Atas perintah itu, Joko bersilaturahim ke Desa Gendayakan dan mencari solusi agar masalah kekeringan bisa diselesaikan. Dan akhirnya Puan hadir untuk melakukan pemutaran kran air secara simbolis di SD Negeri 1 Gendayakan sebagai simbol sudah teralirinya air bersih di wilayah itu.
"Atas perintah beliau, jalan sepanjang 9 kilometer tahun ini juga sudah dialokasikan dengan anggaran Rp 6,4 miliar. Ini wujud komitmen dan sensitifitas Ibu Puan. Pemerintah hadir memberikan yang terbaik bagi masyarakat," kata dia.
Sementara itu, Puan Maharani mengatakan air adalah bagian penting dari kehidupan manusia. Air dibutuhkan untuk banyak hal. Mulai dari minum, mandi, mencuci dan hingga dibutuhkan untuk kesehatan.
Puan menuturkan, beberapa waktu lalu Bupati Wonogiri Joko Sutopo dan Anggota DPR RI Bambang Wuryanto (Bambang Pacul) juga sempat bercerita ada sebuah kecamatan di Wonogiri yang sudah lama kesulitan mendapatkan air bersih.
Ketua DPR RI sempat bertanya-tanya apa memang benar di Kecamatan Paranggupito sudah sejak puluhan tahun lalu kesulitan mendapatkan air bersih. Dan, itu memang benar adanya.
"Saya tugaskan Pak Bupati dan Mas Bambang Pacul yang anggota DPR karena dari Dapil Wonogiri untuk segera cari solusi supaya Kecamatan Paranggupito punya air bersih," kata dia dalam sambutannya.
Puan juga diminta meresmikan secara langsung. Dan dia pun menepati janjinya untuk datang langsung ke Desa Gendayakan dimana ada 506 KK yang bisa menikmati sambungan rumah (SR) air bersih.
Selain itu, masyarakat setempat juga dijanjikan akan dilakukan pembangunan jalan di Kecamatan Paranggupito. Dengan begitu, akses jalan disana makin mudah.
"Tahun ini InsyaAllah jalannya jadi. Pak Bupati saya tugasi untuk air bersih sudah selesai, jalannya tahun ini. Saya juga minta saluran air dari sumber air ke masyarakat juga gratis," kata dia.
Sementara itu, Yatiyem salah satu penikmat sambungan rumah (SR) air bersih menceritakan, saat musim kemarau, dia dan warga lainnya kerap membeli air tangki untuk mencukupi kebutuhan air di rumahnya. Satu tangki air ditebus dengan harga Rp 150 ribu. Di satu keluarganya yang berjumlah lima orang, satu tangki air bisa digunakan untuk satu bulan.
"Kalau ada yang punya sapi, air yang dibeli tadi juga diberikan ke ternaknya, jadi lebih cepat habis," kata Yatiyem. (al/dam) Editor : Damianus Bram