Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Potensi Dalang Cilik Wonogiri, Main Wayang Bahkan sebelum Bisa Baca Tulis

Syahaamah Fikria • Senin, 2 Mei 2022 | 22:00 WIB
Dalang cilik Nareswara Praba berlatih di rumahnya. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
Dalang cilik Nareswara Praba berlatih di rumahnya. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
WONOGIRI memiliki banyak dalang cilik nan potensial. Hal ini menunjukkan upaya pelestarian kesenian wayang tak pernah surut. Bahkan, ada kreasi wayang dari kardus untuk lebih membumikan warisan budaya ini di Kota Sukses.

Ada banyak dalang cilik yang kini lahir di Kabupaten Wonogiri. Sebut saja, Rafi Hastu Muqsith dan Nareswara Praba, warga Dusun Sumbersari RT 01 RW 04, Desa Purwosari, Kecamatan Wonogiri Kota.

Keduanya merupakan juara Festival Dalang Cilik dan Remaja Kabupaten Wonogiri 2021. Rafi, sang kakak berhasil menjuarai kelas dalang remaja. Sementara adiknya, Nareswara di kelas dalang cilik. Rafi mengaku sejak kecil sudah menyukai wayang. Apalagi ayahnya juga merupakan dalang. Sejak kecil, dia sudah lekat memegang wayang.

”Sering melihat bapak bermain wayang di rumah. Akhirnya juga jadi suka sama wayang,” kata Rafi.

Dididik oleh sang ayah, Rafi dan adiknya mulai memainkan wayang atau mendalang, bahkan sebelum bisa membaca atau menulis. Darah seni mengalir di anak itu. ”Cita-citanya memang mau jadi dalang nanti,” imbuh Rafi.

Sementara itu, Nareswara juga sama dengan sang kakak. Tertarik dengan wayang karena sang ayah sering mendalang di rumahnya. Bahkan, saat masih duduk di bangku PAUD dia sudah mendalang di pendapa Kecamatan Wonogiri Kota.

”Sejak dulu tertarik sama wayang. Sudah suka sama wayang,” beber dia.

Ayah Rafi dan Nareswara, Sigit Mursito Endrat mengatakan, kedua putranya mulai akrab dengan wayang sejak masih kecil. Apalagi mereka adalah keluarga dalang.

”Mbah-mbah saya memang dalang semua. Jadi memang keluarga dalang. Istri saya juga keluarga dalang,” kata dia.

Kedua anaknya pun sejak kecil sudah tampil menjadi dalang. Selain itu, keduanya juga sudah menyabet berbagai juara lomba dalang cilik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Wonogiri Yuli Bangun Nursanti melalui Kabid Kebudayaan Eko Sunarso mengatakan, cukup banyak dalang cilik atau remaja di Kota Sukses yang menyimpan potensi dan berbakat.

”Apalagi saat ini media pembelajaran sangat banyak. Misalnya saja yang mudah diakses adalah Youtube,” terang dia.

Menurut Eko, dalang muda dan remaja cenderung bermain atraktif. Itu jika dilihat dari sabetannya. Atas kondisi itu, ketika menggelar festival dalang cilik dan remaja tahun lalu materi yang dipentaskan sebatas budalan wadya hingga perang gagal.

”Alasannya, di situ sangat atraktif dan banyak gerakannya. Tidak begitu banyak bicaranya,” kata Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Wonogiri itu.

Di festival dalang cilik dan remaja tahun lalu, kata Eko, total ada 12 peserta. Enam peserta merupakan dalang cilik (usia 7 tahun - 13 tahun) dan enam orang lainnya kelas dalang remaja (usia 13 tahun - 18 tahun). Sebelum festival digelar, Pepadi Wonogiri juga memberikan informasi kepada anak-anak yang memiliki bakat mendalang di Kota Sukses.

”Di festival itu, kami bisa melihat kemampuan dalang seberapa. Penilaian dititikberatkan di situ. Kalau alur cerita bukan garapan mereka,” kata dia. (al/adi/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#kesenian tradisional #Dalang Cilik #Wayang Kardus #wonogiri #wayang