Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pameran Bonsai di Terminal Wonogiri Sedot Peserta Luar Daerah

Damianus Bram • Senin, 23 Mei 2022 | 01:34 WIB
BERHARGA: Bonsai serut yang mendapatkan predikat best in show di pameran dan kontes bonsai nasional di Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Minggu (22/5). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
BERHARGA: Bonsai serut yang mendapatkan predikat best in show di pameran dan kontes bonsai nasional di Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Minggu (22/5). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
WONOGIRI – Ratusan bonsai dari berbagai daerah di tanah air ditampilkan dalam pameran di Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Minggu (22/5). Pameran tersebut dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-281 Kabupaten Wonogiri.

Pameran bonsai itu dibuka untuk umum oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Wonogiri Teguh Setiyono. Teguh yang membacakan sambutan Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyampaikan, pameran itu dapat mengenalkan dan menguatkan bonsai sebagai seni dan hobi. Bahkan, bonsai juga bisa menjadi alternatif profesi yang jika ditekuni akan memberikan hasil luar biasa.

Pameran juga dapat dijadikan sebagai ajang promosi sekaligus edukasi tentang bonsai. Menurut Teguh, Wonogiri memiliki alam, hutan, gunung dan daerah yang dominan perbukitan kapur. ”Kondisi tersebut memiliki potensi kekayaan hayati yang dibutuhkan penggemar bonsai,” ujar dia.

Meski begitu, pihaknya menegaskan penggemar bonsai wajib memiliki rasa cinta terhadap alam dan lingkungan. Sehingga mereka tidak merusak alam dengan dalih menggeluti seni bonsai. Untuk itu, perlu edukasi guna mencegah praktik-praktik yang merugikan alam. ”Wonogiri masih butuh perhatian kita semua agar tetap hijau lestari,” ujar Teguh.

Ketua Panitia Pameran dan Kontes Bonsai Nasional Konfrontadi Febianto menilai seni bonsai dapat menggerakkan ekonomi kerakyatan, terutama dari sisi usaha bakal bonsai. ”Bakalan bonsai itu pergerakan ekonominya lebih cepat karena selalu ada yang membutuhkan,” katanya.

Pihaknya juga berupaya mendorong agar penggemar bonsai dapat membuat sendiri bakal bonsai. Yakni dengan cara stek atau cangkok. Apabila penggemar bonsai mengambil bakalan dari alam, mereka diminta untuk menanam tanaman pengganti sebagai upaya penghijauan. ”Jadi alam tetap bisa terjaga,” kata pria yang akrab disapa Febi itu.

Di sisi lain, kontes bonsai terbagi dalam tiga kelas, yakni kelas prospek, pratama, dan madya. Kelas prospek diikuti 541 tanaman bonsai, kelas pratama diikuti 191 tanaman bonsai dan kelas madya diikuti 37 tanaman bonsai. Total, ada 769 bonsai yang ikut serta. Selain dari Wonogiri, dari eks Karesidenan Surakarta, Bantul, Sleman, Jombang hingga Lampung. (al/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Pameran Bonsai #Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri #Terminal Wonogiri #Hari Jadi Kabupaten Wonogiri