Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Wonogiri Ristanti melalui Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rohimam mengatakan, sejak Januari lalu, tercatat 1.506 pemohon kartu kuning.
Rinciannya, Januari 330 orang, Februari 255 orang, Maret 157 orang, April 159 orang, dan per 27 Mei melonjak 605 orang. “Mungkin usai Lebaran banyak yang berangkat ke kota-kota besar untuk persiapan mencari kerja di sana," jelasnya, Senin (30/5).
Rohimam memprediksi, pemohonan karut kuning terus bertambah dalam waktu dekat. Seiring kelulusan siswa SMA/SMK dan penyerahan ijazahnya. Dalam syarat pembuatan kartu kuning, pemohon wajib sudah lulus sekolah dengan menunjukkan ijazahnya.
"Ada kemungkinan, ketika para siswa sudah lulus dan mendapatkan ijazah, mereka berbohong-bodong membuat kartu kuning untuk mencari kerja. Beberapa hari ini, ada 20-30 orang pemohon setiap harinya," ungkap dia.
Pembuatan kartu kuning sebenarnya bisa dilakukan secara mandiri oleh pemohon dengan mengakses https://bursakerja.jatengprov.go.id. Meski begitu, pihaknya tetap siap membantu apabila pemohon kesulitan mengajukan pembuatan AK-1 secara daring.
"Kami tetap standby, karena tugas kami memfasilitasi dan melayani," katanya. (al/wa/dam) Editor : Damianus Bram