Informasi yang diterima Sekretaris DPC PDIP Wonogiri Setyo Sukarno, ambulans jenis Daihatsu Grand Max nomor polisi H 1720 OZ diketahui hilang sekitar pukul 02.00.
Saat dikroscek, tidak ada yang memakai ambulans itu. Biasanya, ketika ambulans digunakan, ada izin kepada pengurus PAC.
Selama ini, kunci ambulans selalu menancap pada tempatnya. "Kunci di mobil agar saat kondisi darurat bisa segera dimanfaatkan oleh warga yang membutuhkan," jelas Setyo Sukarno.
Pria yang juga menjabat wakil bupati Wonogiri ini sangat menyayangkan jika ada orang berniat jahat mencuri mobil untuk mendukung aktivitas sosial kemasyarakatan tersebut.
"Mobil ini kan juga ada untuk masyarakat. Sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat di kondisi darurat, mobil itu siap digunakan," ujarnya.
Ketua PAC PDIP Eromoko Ari Sumantri menuturkan, saat ambulans dipakai operasional, pihaknya selalu mendapatkan kabar. Namun, hingga Rabu siang, tidak ada kabar siapa yang membawa ambulans. Saat ini, pihaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut informasi keberadaan ambulans.
"Itu sifatnya mobil sosial, kuncinya selalu di mobil. Njagani (antisipasi) kondisi darurat supaya bisa segera digunakan," katanya.
Ditambahkannya, ambulans PAC PDI Perjuangan Eromoko kerap digunakan untuk keperluan darurat. Di antaranya membawa korban kecelakaan ke rumah sakit, mengantarkan warga sakit ke fasilitas kesehatan, hingga mengevakuasi jenazah. Pelayanan tersebut diberikan secara gratis.
“Kami masih menunggu informasi. Siapa tahu ambulans itu memang digunakan untuk keadaan yang sangat darurat, sehingga pemakainya belum sempat mengabari,” pungkas Ari. (al/wa/dam) Editor : Damianus Bram