Koordinator Kumalagiri Andi Prasetyo mengatakan, setelah sekitar satu setengah bulan beroperasi, perkembangan pusat kuliner malam itu mulai terlihat. Jumlah lapak bertambah. Ini menandakan potensi transaksi cukup bagus.
“Ada yang sudah buka, tapi ada juga yang masih di-pending karena lokasinya sekalian menunggu pindahan. Bulan ini mau geser (ke tempat parkir nonbus),” jelasnya, Jumat (3/6).
Awal dibuka, Kumalagiri hanya diisi sepuluh lapak kuliner, sedangkan saat ini bertambah lima lapak. Konsep yang diusung tetap dipertahankan, yakni jenis dagangan antara satu lapak dengan lainnya tidak boleh sama. Dengan begitu, pengunjung bisa memilih aneka makanan dan minuman di satu lokasi.
“Jumlah pengunjung mulai ramai. Ada faktor yang bikin ramai pengunjung. Faktor itu di antaranya penampilan live music. Untuk Ditambah cuaca yang mendukung,” jelasnya.
Memang, kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap operasional Kumalagiri. Sebab, pusat kuliner malam itu memiliki konsep outdoor.
Andi berencana mengumpulkan beragam komunitas di Wonogiri untuk menunjukkan eksistensinya di Kumalagiri. "Monggo kalau ada komunitas yang mau tampil atau mengisi acara disini. Kami welcome, tinggal berkoordinasi saja," ujar dia. (al/wa/dam) Editor : Damianus Bram