"Tidak ada tendensi ekonomi atau bisnis. Tapi kok yo tega-teganya diambil. Maka ini menjadi keprihatinan," beber pria yang akrab disapa Jekek itu.
Usai terjadinya insiden itu, kata Jekek, pihaknya bakal mencari opsi agar layanan sosial di wilayah Eromoko tak terganggu. Dia bakal berembug untuk mencari langkah alternatif agar segera memiliki fasilitas layanan sosial di sana.
"Setelah ada kasus kejadian ini, teman-teman harus ekstra hati-hati. Karena konon katanya kuncinya tidak pernah dilepas, sehingga saat ada pihak yang berniat melakukan tindakan kriminalitas punya ruang yang terbuka," ujar dia.
Seperti diketahui, ambulans milik PAC PDIP Kecamatan Eromoko raib pada Rabu (1/6) dini hari sekitar pukul 02.00. Diduga kuat, mobil Daihatsu Grand Max bernomor polisi H 1720 OZ itu dicuri.
Ada satu orang yang terekam kamera pengawas saat mengambil mobil sosial itu. Diketahui, pelaku mengenakan jumper berwarna biru, bercelana pendek dan bersepatu kets. Sementara itu, juga ditemukan potongan stiker branding yang terpasang diduga sebelumnya terpasang di ambulans ditemukan di Dusun Tiken Desa Pulutan Wetan Kecamatan Wuryantoro (ruas jalan Wuryantoro-Manyaran). (al/bun/dam) Editor : Damianus Bram