Niko Eko Prasetyo, kakak Alan menuturkan, Alan sudah diwanti-wanti ibunya tak usah keluar rumah. "Tapi akhirnya ada telepon masuk. Nilapke (diam-diam) keluar rumah sekitar pukul 21.00," jelasnya, Selasa (19/7).
Setelah itu, keberadaan Alan tak diketahui. Nomor teleponnya tidak aktif. Hingga pada Senin (4/7) datang teman Alan yang mengantarkan sepeda motor Yamaha Vega milik Alan ke rumahnya.
Berdasarkan keterangan dari teman yang mengantarkan sepeda motor, Alan sempat mabuk di rumah temannya itu. Lalu bersama kawan-kawannya menuju salah satu perumahan di kawasan Alas Kethu Wonogiri Kota untuk melihat pertunjukkan dangdut.
"Informasi dari temannya itu, Alan joget dan agak rese (mengacau), bilangnya seperti itu," kata Niko.
Alan kemudian dipisahkan dari tempat joget untuk ditenangkan teman-temannya. Menurut penuturan teman yang mengantar sepeda motor, Alan berlari ke arah hutan.
Ditambahkan Niko, pihak keluarga belum mengenal dekat teman Alan yang mengantar sepeda motor. Hanya saja diketahui bahwa dia adalah teman kerja Alan di pabrik.
Pencarian di lokasi terakhir Alan terlihat segera dilakukan. Suwarto, kerabat Alan mengatakan, saat pencarian di sekitar Alas Kethu, mereka mencium bau bangkai. Namun saat dicari tidak ditemukan. Termasuk posisi Alan. Keluarga dan warga hanya menemukan tas selempang milik Alan yang talinya telah putus.
Hilangnya kemudian dilaporkan ke Polsek Wonogiri Kota, Selasa (12/7). "Saat itu sudah malam dan kondisinya hujan. Pencarian distop dan dilanjutkan keesokan harinya tapi juga tidak menemukan (Alan). Baunya (bangkai) juga sudah hilang," ujar Suwarto.
Pihak keluarga juga kroscek panitia dangdutan dan satpam perumahan di sekitar Alas Kethu Wonogiri Kota. Diakui ada keributan tapi tidak jelas kronologisnya.
Hingga akhirnya, mayat Alan ditemukan di Sungai Bengawan Solo, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Sabtu (16/7).
Karena merasa ada yang janggal, pihak keluarga meminta jasad Alan diotopsi. Meski hasil otopsi belum keluar, tapi keterangan sementara dari polisi ditemukan luka di bagian kepala akibat pukulan benda tumpul, sedangkan lengan kiri Alan tinggal tulang, untuk pergelangan tangan kiri dan jarinya hilang.
Ditegaskan Niko, selama ini, Alan mahir berenang, sehingga penyebab kematian akibat tenggelam kecil. Alan juga tak pernah bercerita jika memiliki masalah di pekerjaan maupun teman-temannya.
Sarwiji, ketua RW setempat menambahkan, informasi yang diterimanya, memang ditemukan luka di bagian kepala Alan.
Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Teguh Prasetyo mengatakan, setelah mayat Alan ditemukan, pihak keluarga meminta dilakukan otopsi. “Anggota Polres Wonogiri sudah melakukan klarifikasi kepada teman-teman Alan,” ungkapnya. (al/wa/dam) Editor : Damianus Bram