Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Konsep Baru Umbul Mungkret Festival, Padukan Seni Budaya dan Modernisasi

Damianus Bram • Jumat, 22 Juli 2022 | 15:50 WIB
KREATIF: Suasana ajang Umbul Mungkret Festival di Kecamatan Pracimantoro. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
KREATIF: Suasana ajang Umbul Mungkret Festival di Kecamatan Pracimantoro. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
WONOGIRI – Umbul Mungkret Festival 2022 di Dusun Sumberalit Desa Sedayu Kecamatan Pracimantoro digelar dengan sejumlah rangkaian acara. Memadukan edukasi dari segi budaya dan modernisasi.

Inisiator Umbul Mungkret Festival 2022 Faris Wibisono mengatakan, rangkaian acara mulai dari edukasi yang berbau tradisional hingga modern. Mengedukasi soal budaya. Di antaranya workshop wayang suket, workshop membuat ketupat, hingga workhsop menggambar wayang beber dan pembuatan kertas dluwang. Untuk edukasi masyarakat yang bersifat modern, di antaranya workshop animasi hingga lomba e-sport.

Faris menuturkan, ada alasan dibalik penggabungan konsep isi acara festival itu, antara tradisional dan modern. Yakni mewadahi masyarakat setempat untuk mengeluarkan ekspresi, dimana kemajuan teknologi atau milenialisasi tidak bisa dihentikan.

”Dengan acara ini harapannya desa mampu menyesuaikan diri dengan ruang dan waktu. Sehingga bijak dalam menyikapi perubahan yang terjadi saat ini,” urai Faris, Kamis (21/7).

Menurut Faris, dengan menyikapi kemajuan teknologi secara bijak, maka masyarakat tidak latah dengan kemajuan teknologi. Karena itu, festival tersebut tak hanya diisi oleh workhsop terkait budaya adiluhung saja. Namun juga ada ruang untuk anak-anak muda menyalurkan apa yang disukai di tengah kemajuan zaman.

Selain melestarikan budaya, festival itu juga membuat masyarakat melek teknologi. Apalagi saat ini digitalisasi terus berjalan.

”Nah karena itu kita beri ruang agar teman-teman juga bisa menjadi kreator. Diberi ruang untuk ikut workshop animasi,” kata dia.

Lebih jauh, Faris menuturkan, masyarakat pedesaan sangat menjunjung tinggi norma-norma yang ada seperti etika dan lain sebagainya. Menurut dia, itu yang tetap harus dilestarikan. Cipta, rasa dan karsa masyarakat juga dikembangkan dalam berbagai acara di festival itu.

”Ini harus dijaga agar tidak luntur. Ini menjadi bekal d masa mendatang untuk menyesuaikan diri dengn perkembangan ruang dan waktu,” kata dia.

Sebagai informasi, Umbul Mungkret Festival digelar sejak Senin (18/7) hingga Minggu (24/7). Dalam acara penutupan, bakal ada pertunjukan wayang kulit kolaborasi tiga dalang. (al/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#workshop membuat ketupat #workshop wayang suket #Even Budaya di Wonogiri #Umbul Mungkret Festival 2022