Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda & Litbang) Wonogiri Heru Utomo mengatakan pengerjaan pipa transmisi air baku dimulai sejak 16 Mei. Ditargetkan, itu bak rampung pada 9 Juli 2023.
"Saat ini sudah pengerjaan intake dan pipa transmisi. Untuk pipanya panjang totalnya delapan kilometer. Mencakup di beberapa Kecamatan dan ada rutenya," kata dia, Kamis (28/7).
Heru merinci, di tahun ini akan dikerjakan pipa sepanjang empat kilometer. Sementara di 2023 mendatang, juga sepanjang empat kilometer dengan total panjang pipa 8 kilometer.
Pipa transmisi tersebut akan melewati di lima desa, yakni Pidekso, Tukulrejo, Bumiharjo dan Selomarto yang berada di Kecamatan Giriwoyo dan Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno.
Heru menjelaskan, pengerjaan pipa transmisi air baku sepanjang delapan kilometer dibawah tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
"Setelah selesai itu dilanjutkan oleh BPPW untuk reservoir dan instalasi pengolahan air. Makanya ini kita tunggu, setelah itu selesai kita buat feasibility study-nya yang disusun oleh daerah," jelasnya.
Lebih jauh, dia menuturkan, pemanfaatan debit air Bendungan Pidekso yang mencapai 300 liter per detik itu bisa mencakup di Kecamatan Giriwoyo, Baturetno, Eromoko dan diharapkan juga bisa sampai ke Giritontro.
"Itu yang baru kita susun feasibility study-nya, kelayakannya seperti apa. Debit sebesar itu apa bisa diserap ke empat kecamatan, sudah dihitung oleh PDAM," terang dia.
Penghitungan itu, termasuk dengan berapa KK yang menjadi pelanggan dan biaya per liter. Sehingga, belum bisa ditentukan berapa jumlah KK yang bisa mendapatkan manfaat air baku Waduk Pidekso itu.
"Tapi harapan kami bisa dimanfaatkan sampai empat kecamatan. Ini menunggu dulu perhitungannya," kata Heru. (al/dam) Editor : Damianus Bram