Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kenali Golden Time Period Stroke

Damianus Bram • Senin, 12 September 2022 | 01:27 WIB
PENANGANAN TEPAT: Terapi bagi pasien stroke di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri belum lama ini. (RSUD DR. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI FOR RASO)
PENANGANAN TEPAT: Terapi bagi pasien stroke di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri belum lama ini. (RSUD DR. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI FOR RASO)
WONOGIRI – Stroke terkategori sebagai penyakit paling mematikan di tanah air, bahkan dunia. Namun dengan perawatan yang tepat, stroke dapat disembuhkan.

Dokter spesialis syaraf RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Achmad Yani menjelaskan, peluang kesembuhan terbesar bisa didapat saat pasien stroke mendapat penanganan medis di golden time period. “Pemulihan penyakit stroke dipengaruhi beberapa faktor,” ujarnya, Minggu (11/9).

Dokter yang akrab disapa Yani itu menyebut, faktor pertama adalah derajat stroke yang diderita, yakni stroke ringan, sedang atau berat. Stroke ringan, pemulihannya lebih cepat dibandingkan dengan stroke berat.

Faktor lainnya adalah waktu. Artinya, seberapa cepat pasien stroke mendapatkan penanganan. Ketika dapat ditangani dalam golden time period, persentase pemulihan lebih besar, lebih baik atau tanpa cacat.

“Golden time period terjadi selama 3,5 jam setelah pasien mengalami gejala stroke. Jadi kalau menemukan keluarga atau tetangga dan diduga mengalami stroke, maka segera bawa ke runah sakit,” pintanya.

Lebih lanjut diterangkan Yani, penyakit stroke merupakan gangguan pada fungsi otak yang disebabkan gangguan peredaran darah di otak. Ada tujuh gejala umum stroke.

Pertama adalah kelemahan pada otot atau anggota gerak badan. Kedua, gangguan sensasi pada kulit. Pasien mungkin saja terlihat normal dan bertenaga. Namun jika separo bagian tubuhnya mati rasa atau kesemutan, maka itu juga menjadi gelaja stroke.

Ketiga adalah pelo (cadel), mulut perot, atau bentuk mulut menjadi jatuh maupun mencong. Keempat adalah gangguan lapang pandang, yakni pasien mengalami kehilangan sebagian pandangannya, gelap separo.

Berikutnya kelima, gangguan komunikasi atau afasia, yakni gangguan pemahaman dan bicara. “Pada gangguan pemahaman, sang pasien dapat berbicara dengan lancar dan jelas. Tapi tidak dapat memahami perkataan dari lawan bicaranya. Sementara pada gangguan bicara, pasien dapat memahami lawan bicaranya, namun tidak bisa berbicara dengan jelas,” terang Yani.

Gejala umum stroke keenam adalah gangguan memori. Pasien tiba-tiba melupakan siapa saja anggota keluarganya setelah bangun tidur.

Terakhir, vertigo. Vertigo adalah kondisi dimana pasien mengalami pusing dan merasakan sensasi berputar terhadap lingkungan tempatnya berada. (al/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#Golden Time Period Stroke #penyakit stroke #stroke #RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso