Pembudidaya kacang sacha inchi dari Koperasi Santri Seluruh Indonesia (Kosasi) Ali Mustofa mengatakan sacha inchi bisa tumbuh di tanah gersang sekalipun. Budidaya sacha inchi juga disebut sangat mudah.
Jarak tanamnya 1x2 meter. Di sela-selanya dapat ditanami kedelai edamame sebagai tanaman tumpang sari. Kacang sacha inchi tidak disukai kera maupun tikus, sehingga aman ditanam di daerah habitat kera. Pada umur enam bulan, buah berbentuk bintang tersebut sudah dapat dipanen.
"Ketika masih umur 6-7 bulan, satu pohon bisa menghasilkan 1-2 ons. Tapi setelah umur 1,5 tahun, satu pohon bisa menghasilkan 1 kilogram buah sacha inchi per bulan," kata Ali baru-baru ini.
Harga buah sacha inchi Rp 5.000 per kilogram dari tangan petani. Meski demikian, pihaknya menjalankan sistem bagi hasil dalam kemitraannya bersama petani.
"Petani menyediakan lahan dan tenaga. Kami menyuplai bibit, pupuk dan pestisida. Bagi hasilnya 60% untuk petani dan 40% untuk perusahaan selama 10 tahun. Di atas 10 tahun menjadi hak milik petani," terangnya.
Menurut Ali, kacang sacha inchi bisa diolah menjadi makanan camilan, bahan kosmetik, obat-obatan dan minyak. Hal itu karena kandungan omega 3 yang sangat tinggi, tiga kali lebih tinggi dari pada ikan salmon.
Jika diolah menjadi minyak sacha inchi, harganya bisa mencapai Rp 1 juta per liter. Bahkan, harga minyak sacha inchi termahal dapat menyentuh Rp 6 juta per liter.
Ampas minyak sacha inchi masih bisa diolah sebagai bahan makanan. Pasalnya, kandungan proteinnya masih tersisa sekitar 27%. Namun, untuk sementara ini petani menurut Alibelum mampu membuat minyak sacha inchi karena membutuhkan peralatan yang canggih.
Sebelumnya diberitakan, Danrem 074/Warastratama Kol Inf Achiruddin bersama jajarannya dan para petani panen perdana kacang sacha inchi di sekitar Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Selasa (13/9) lalu. Kacang tersebut merupakan tanaman asli hutan tropis Amazon dan kini mulai dibudidayakan di Indonesia. (al/dam) Editor : Damianus Bram