Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto menuturkan, pihaknya mendapatkan informasi terkait pembukaan pintu spillway dari Perum Jasa Tirta 1 Wilayah Sungai Bengawan Solo.
"Dibuka Jumat malam," kata dia, Sabtu (22/10).
Bambang tak menampik pembukaan sebagian pintu air Waduk Gajah Mungkur mengakibatkan sejumlah dampak ke area pemukiman dan lahan pertanian di sekitar bantaran sungai yang tergenang air. Menurut dia, biasanya wilayah yang sering terdampak ada di Kelurahan Giripurwo dan Giritirto, Kecamatan Wonogiri Kota.
"Di Kecamatan Selogiri juga ada yang terdampak. Namun untuk saat ini dampaknya tidak begitu parah," papar dia.
Bambang menuturkan, pintu air spillway Waduk Gajah Mungkur dibuka berkaitan dengan elevasi di waduk tersebut. Berdasarkan informasi yang didapatnya pada Sabtu pukul 08.55, ketinggian air mencapai 128,71 Mdpl. Sementara itu, kondisi spillway lama 0 M³/dtk, spillway baru 203 M³/detik, PLTA 0 M³/detik dan HJV 10 M³/detik. Untuk total keluarannya 213 M³/detik.
"Pembukaan ada levelnya. Ini hampir level kuning, sehingga pintu yang dibuka tidak semuanya. Kalau level merah, semua pintu yang ada dibuka. Jadi sekarang hanya sebagian pintu saja," ungkap dia.
Bambang menambahkan, hingga Sabtu siang sebagian pintu spillway masih dibuka. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Sebab ada potensi dampak yang ditimbulkan, terlebih karena terjadi sedimentasi sungai.
"Karena itu tidak bisa dipungkiri wilayah tertentu terjadi genangan air sebagai dampaknya. Saat ini tim kami juga masih terus memantau," tandas Bambang. (al/ria) Editor : Syahaamah Fikria