Sekretaris Daerah (Sekda) Wonogiri Haryono mengatakan, tim pansel bisa diisi dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan pihak independen. Tim pansel ini bakal dimintakan rekomendasi dari komite aparatur sipil negara (KASN).
”Pihak independen ini bisa berasal dari universitas atau akademisi,” kata Haryono, Minggu (23/10).
Dia menjelaskan, pihaknya bakal mengajukan seleksi pengisian jabatan tiga kepala dinas baru. Meliputi kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri usai kepala dinas sebelumnya, yakni Yuli Bangun Nursanti mutasi menjadi dosen di Universitas Sebelas Maret (UNS).
Kedua posisi kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Wonogiri yang kosong usai ditinggal Sungkono pensiun. Ketiga kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Dispera dan KPP) Wonogiri.
”Nanti saat rekomendasi dari KASN turun, tim pansel bergerak menyusun jadwal dan lain sebagainya sampai pengujian,” terang Haryono.
Usai pengujian selesai, tim pansel bakal memberikan rekomendasi kepada bupati untuk ditindaklanjuti. Setelah itu, sejumlah nama calon kepala dinas bakal diserahkan ke KASN. ”Setelah klir dari KASN, baru dilakukan pelantikan,” imbuhnya
Sebelumnya, Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, ada seleksi dalam pengisian jabatan tinggi pratama. Pihaknya menggunakan meritokrasi murni. Terlebih baru-baru ini Wonogiri baru saja mendapatkan penghargaan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) berkat proses pengisian jabatan yang dinilai fair dan terbuka. Pemkab Wonogiri sukses menerapkan sistem merit dalam pengisian jabatan tinggi dengan kualitas "Baik". (al/adi/dam) Editor : Damianus Bram