Nah, potensi tersebut coba digali Pemerintah Desa (Pemdes) Paranggupito untuk menarik minat kunjungan wisata alternatif. Menurut Kepala Desa (Kades) Paranggupito Dwi Hartono, terdapat empat titik pantai di wilayahnya. Mulai dari Pantai Dhadhapan, Njojogan, Klotok, dan Sembukan.
“Di antara pantai Njojogan dan Pantai Klotok, terdapat spot mancing dari atas tebing atau rock fishing. Salah satunya di Tebing Nglonjok. Cukup ramain dikunjungi pemancing,” terangnya, Senin (14/11).
Spot lainnya, lanjut Dwi, yakni Tebing Mlinas. Hanya saja, kontur tebing di sana kurang representatif. “Paling cocok buat rock fishing ya di Tebing Nglonjok,” hematnya.
Di mata Dwi, rock fishing bisa menjadi magnet bagi wisatawan. Pada 2019 lalu, pemdes setempat pernah membuat event tersebut. Ternyata, animo wisatawan khususnya pemancing cukup tinggi.
“Awalnya kami mencoba membuka dengan mengundangan 40 peserta. Waktu itu doorprize-nya seadanya. Ternyata luar biasa. Peserta yang datang lebih dari 80 orang,” bebernya.
Meski potensial, sarana pendukung di Tebing Nglonjok kurang memadai. Terutama akses jalan. Bagi pemancing yang hendak ke sana, harus lewat kawasan Pantai Sembukan atau Klotok terlebih dahulu. Itupun masih berupa jalan setapak.
Berawal dari permasalahan tersebut, kawasan Tebing Nglonjok akan bersolek. Dianggarkan pembenahan Rp 5 miliar dari dana alokasi khusus (DAK). Proyek tersebut rencananya akan dimulai tahun depan.
“Selain membuka akses jalan, juga akan kami tambahi gazebo, lahan parkir, plasa kuliner, musala, kios-kios, sebagainya. Jalan setapak yang ada, sebagian sudah kami lebarkan hingga 3 meter,” ungkap Dwi.
Dwi berharap ada pemihakan dari Pemkab Wonogiri dalam pengembangan wisata di Paranggupito. Mengingat Desa Paranggupito sedang berbenah menuju desa wisata. Melalui pengembangan wisata alam, kesenian, dan kebudayaan. (al/fer/dam) Editor : Damianus Bram