Pantauan Jawa Pos Radar Solo, pembersihan sisa lumpur menggunakan alat berat dan dua buah truk. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri juga melakukan pembersihan sisa lumpur dan melakukan penyemprotan. Sejumlah kendaraan baik roda dua dan roda empat juga sempat melewati jalan berlumpur itu. Namun, ada juga sejumlah pengendara yang memilih untuk putar balik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Teguh Setiyono mengatakan, JLK sudah dilewati pengguna jalan pada Minggu pagi. Hanya saja, pengendara harus berhati-hati jika memang memilih jalur alternatif yang melewati sekitar Mapolres Wonogiri tembus ke Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri itu.
”Tadi sudah ada kendaraan yang lewat, tapi kami sarankan lebih baik lewat jalan lain dulu. Soalnya perlu berhati-hati kalau mau lewat JLK,” kata Teguh.
Dia menambahkan, pengerukan sisa lumpur masih berlangsung hingga Minggu sore. Selain itu, petugas juga menyemprot sisa lumpur di sejumlah titik, sehingga jalan lebih aman. Dia menyarankan, pengendara untuk lewat di jalur lain terlebih dahulu. Diprediksi, pada Senin (21/11) sisa lumpur baru benar-benar bersih.
”Sisa lumpurnya kan lumayan banyak. Teman-teman ini juga mengupayakan supaya cepat selesai,” kata Teguh.
Teguh menuturkan banjir yang menggenangi Lingkungan Kedungringin, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri Kota juga berangsur surut. Sementara untuk penanganan bencana yang terjadi di sejumlah kecamatan di Kota Sukses telah dilakukan oleh tim gabungan, baik BPBD, TNI/Polri, relawan sampai masyarakat setempat.
”Di Kedungringin itu, EWS banjir yang ada di sana bunyi. Banjir di sana termasuk tinggi seperti beberapa tahun lalu. Di sana sering (banjir), tapi memang tak setinggi kemarin,” ujar Teguh.
Teguh pun meminta masyarakat untuk tetap waspada dengan potensi bencana di musim penghujan. Pasalnya, bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang hingga sambaran petir berpotensi terjadi di musim penghujan. (al/adi/dam) Editor : Damianus Bram