Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Teguh Setiyono mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Perum Jasa Tirta (PJT) I, pintu air di WGM sudah dibuka sejak sepekan lalu.
"Hasil koordinasi kami, itu hal yang biasa. Itu (pembukaan pintu air) untuk menjaga tinggi permukaan air waduk," ujar dia Minggu (27/11).
Berdasarkan hasil koordinasinya dengan PJT I, debit air yang dikeluarkan relatif kecil. Yakni 160 meter kibik per detik. Jika tidak ada hujan deras di wilayah Kecamatan Wonogiri Kota, titik banjir di wilayah tersebut beberapa waktu lalu aman.
Diketahui, pada Sabtu (19/11) lalu, banjir terjadi di sejumlah titik di Kelurahan Giripurwo dan Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri Kota. Saat itu, puluhan KK terdampak.
Menurut dia, debit air 160 meter kibik per detik yang keluar dari pintu air WGM tergolong kecil. Namun, jika hujan deras mengguyur selama lebih dari tiga jam, kejadian banjir beberapa waktu lalu bisa saja terjadi. Karena itu, perlu ada kesiapsiagaan.
"Informasi yang kami dapatkan dari PJT I itu kami informasikan ke camat Wonogiri Kota dan Selogiri. Itu untuk antisipasi, yang penting siap siaga," kata Teguh.
Biasanya, kata Teguh, saat debit air yang keluar dari pintu air WGM tergolong besar dan berpotensi terjadi luapan aliran Sungai Bengawan Solo, PJT I bakal berkoordinasi dengan BPBD.
"Kalau 160 meter kibik per detik seperti ini, naik sedikit atau malah kurang itu biasa," kata Teguh.
Meski begitu, Teguh meminta agar masyarakat khususnya yang ada di wilayah sekitar aliran Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Wonogiri Kota dan Selogiri untuk siaga dan waspada. Itu untuk mengantisipasi jika terjadi hujan deras. (al/bun/dam) Editor : Damianus Bram