Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Libur Nataru jadi Moment Mudik, Dishub Wonogiri: Waspada Jalur Rawan Longsor

Damianus Bram • Senin, 26 Desember 2022 | 02:53 WIB
ALTERNATIF: Rambu peringatan rawan longsor di jalur lingkar kota (JLK) Wonogiri Kota. Pemudik diimbau berhati-hati saat hujan deras. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
ALTERNATIF: Rambu peringatan rawan longsor di jalur lingkar kota (JLK) Wonogiri Kota. Pemudik diimbau berhati-hati saat hujan deras. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) dimanfaatkan masyarakat untuk pulang kampung ke Wonogiri. Salah satu hal yang patut diwaspadai saat melakukan perjalanan adalah potensi bencana alam seperti tanah longsor, termsuk di jalur yang dilewati.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri Waluyo mengamini salah satu yang menjadi atensi saat momentum Nataru adalah bencana alam. Karena itu, masyarakat diminta waspada jika berkendara ketika terjadi hujan deras.

”Salah satu bencana alam yang bisa terjadi di jalan adalah tanah longsor. Masyarakat wajib waspada terkait itu,” ujar dia, Minggu (25/12).

Seperti diketahui, di Kota Sukses kerap terjadi tanah longsor yang menimpa badan jalan. Utamanya saat hujan deras dengan durasi lama. Hal itu bisa memicu longsoran tanah di tebing yang berada di sekitar jalan.

”Salah satunya di JLK (jalan lingkar kota,Red). Itu salah satu titik rawan,” kata Waluyo.

Dia menjelaskan, sudah beberapa kali tebing tanah di sisi jalan JLK longsor, utamanya di jalan dari belakang Mapolres Wonogiri menuju Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri. Longsoran besar tebing tanah terjadi Sabtu (19/11) lalu.

Saat itu, longsoran tebing tanah membuat JLK ditutup untuk sementara waktu demi keselamatan pengendara. Proses pembersihan JLK saat itu juga memakan waktu beberapa hari hingga badan jalan benar-benar bersih dari sisa lumpur.

Waluyo mengatakan, pihaknya rutin memantau kondisi JLK beberapa waktu terakhir. JLK sementara ini juga dinilai aman dilewati oleh warga yang mudik memanfaatkan momentum Nataru.

”Potensi (terjadi tanah longsor) ada. Tapi kita pantau terus. Apabila terjadi tanah longsor disana, kami langsung koordinasikan dengan BPBD, satlantas dan pihak terkait lainnya,” papar Waluyo.

Mantan Kepala Satpol PP Wonogiri itu menuturkan, atas kondisi itu para pemudik perlu memiliki kewaspadaan ekstra saat melintas di JLK. Utamanya saat terjadi hujan deras.

”Perlu waspada ya saya kira. Di sana juga telah terpasang papan peringatan bahwa area tersebut rawan longsor. Jadi pengendara juga diingatkan,” beber dia.

Sebelumnya, Bupati Wonogiri Joko Sutopo memastikan pihaknya menyambut baik para perantau yang pulang kampung saat momentum Nataru. Sejumlah persiapan juga telah dilakukan demi kenyamanan, keamanan dan kelancaran Nataru. Termasuk mengkoordinasikannya dengan instansi vertikal seperti TNI/Polri dan menggelar gelar pasukan bersama.

Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto mengatakan gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2022 dilakukan untuk mengecek kesiapsiapan personil yang bertugas serta kelengkapan saat pengamanan momentum Nataru. Pihaknya siap all out dalam mengamankan Nataru kali ini. (al/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Mudik Nataru #JLK Rawan Longsor #Dishub Wonogiri #libur nataru #natal dan tahun baru #rawan longsor