Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan di sekitar sungai karena pasca dibukanya pintu spillway, debit sungai berpotensi naik, ditambah curah hujan tinggi.
Kepala Sub Devisi Jasa Air Jasa Tirta III/1 Fendri Ferdian menjelaskan, pintu spillway WGM dibuka mulai pukul 16.15. Tujuannya, menjaga control water level. “Itu sesuai SOP (standard operational procedure) pengendalian banjir,” katanya.
Kondisi debit outflow spillway di WGM saat ini 100 meter kubik per detik, sedangkan debit PLTA 50 meter kubik per detik, sehingga total 150 meter kubik per detik.
"Dibukanya pintu spillway sekaligus memberikan ruang atau tampungan yang cukup pada WGM agar tetap mampu meredam debit besar dari hulu," ungkapnya.
Faktor lainnya adalah, terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam jangka waktu lama. Itu menyebabkan kenaikan elevasi WGM cukup tinggi.
Pihaknya mengimbau masyarakat tidak melakukan kegiatan di badan sungai di musim penghujan. Apalagi dengan dibukanya pintu spillway WGM. "Sebab, sewaktu-waktu bisa ada kenaikan debit Sungai Bengawan Solo," ujarnya.
Ditambahkan Fendri, debit 150 meter kubik per detik dari pintu spillway WGM masih relatif aman dari dampak yang ditimbulkan, seperti banjir di bantaran sungai. (al/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono