Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Mitos Mbabastakir di Desa Plosorejo, Wonogiri: Pejabat yang Nekat Lewat Bisa Turun Pangkat

Damianus Bram • Senin, 20 Februari 2023 | 00:00 WIB
MASIH ASRI: Kadus Kepuh Suyarto menunjukkan wilayah Mbabastakir di Desa Plosorejo, Kecamatan Kismantoro, Jumat (17/2/2023). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
MASIH ASRI: Kadus Kepuh Suyarto menunjukkan wilayah Mbabastakir di Desa Plosorejo, Kecamatan Kismantoro, Jumat (17/2/2023). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Salah satu wilayah di Desa Plosorejo, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri menyimpan cerita turun temurun. Adalah Mbabastakir. Pejabat yang melintasi lokasi itu bisa turun jabatan bahkan dipecat.

Wilayah Mbabastakir secara administratif berada di Dusun Kepuh. Lokasinya berada di ketinggian dan terdapat sumber mata air.

Saat berada di sana, bisa terlihat bentang alam Desa Plosorejo.

Semin, 70, sesepuh Dusun Kepuh menjelaskan, mitos itu sudah diceritakan para orang tua sejak dahulu, yakni pejabat setingkat camat yang melewati wilayah tersebut bisa turun pangkat hingga dipecat.

Entah karena faktor kebetulan atau lainnya, ada mantri Perhutani yang melewati Mbabastakir dipindahtugaskan. Bahkan kabarnya jabatannya juga melorot.

Semin kerap mengingatkan pegawai yang hendak melewati wilayah itu untuk memilih jalan lain. Ya karena adanya mitos itu.

Menariknya lagi, sumber air di Mbabastakir tidak pernah surut. Meskipun di musim kemarau.

Semin mengaku pernah mengalami kejadian mistis di sekitar sumber air tersebut. Dia melihat makhluk astral yang ketika didekati, bentuknya semakin membesar kemudian menghilang.

Dahulu, sekitar 1965, wilayah yang tak boleh dilewati disebut diberi tanda. Termasuk wilayah Mbabastakir. Ada papan atau bedeng yang dipasang di sana. Sebab, ada camat setempat yang pindah tugas usai melewati wilayah tersebut.

Kadus Kepuh Suyarto mengamini bahwa mitos tentang Mbabastakir ada sejak zaman dahulu. Termasuk sumber mata airnya.

Air dari sumber tidak dialirkan ke rumah warga. Sebab, dikhawatirkan terjadi hal yang tidak terduga. Seperti anak sakit. "Pernah kejadian. Dan itu mungkin belum lama," katanya.

Meski begitu, air di sumber Mbabastakir bisa dipakai untuk mandi. Suyarto pernah menggunakannya untuk prosesi kenaikan tingkat perguruan silat.

"Kata senior saya, airnya bagus. Air tua. Kan ambil air tua dari empat penjuru. Saya bawa ke Bulukerto, dari selatan kan ini," pungkas dia. (al/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#Desa Plosorejo #Pejabat Turun Pangkat #Mbabastakir #Mitos Mbabastakir