"Kami dapat aduan terkait jalan yang berlubang. Memang jalan provinsi itu kan jalan utama," ujar Ketua DPRD Wonogiri Sriyono.
Kerusakan jalan provinsi yang menyebar di Kecamatan Jatisrono, Ngadirojo, dan kecamatan lainnya diduga dipengaruhi curah hujan tinggi.
"Di Jatisrono saya juga sudah ngecek, memang ada yang rusak. Tapi saya lihat, sudah ada yang ditindaklanjuti. Ada tambalan-tambalan di jalan," terangnya.
Ditambahkan Sriyono, pasca mendapatkan aduan kerusakan jalan provinsi, pihaknya melakukan koordinasi dengan dinas pekerjaan umu dan anggota DPRD Provinsi Jateng. "Informasinya, pemeliharaan (jalan) juga ada anggarannya," ucapnya.
Sementara untuk kerusakan jalan milik Pemkab Wonogiri, DPRD bakal berkoordinasi dengan bupati agar segera mendapat penanganan.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, terdapat kerusakan di jalan provinsi di Desa Gedong, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Sejumlah pekerja mulai melakukan penambalan.
Terpisah, Kepala DPU Wonogiri Prihadi Ariyanto mengaku telah melapor ke Pemprov Jateng terkait kerusakan jalan provinsi. Saat ini, menunggu penanganan lebih lanjut. Masyarakat diminta bersabar. Sebab, perbaikan jalan saat musim hujan kurang optimal.
"Kami sudah melaporkan jalan yang rusak ke provinsi. Di antaranya di ruas Ngadirojo-Giriwoyo dan Ngadirojo ke arah timur. Termasuk Purwantoro-Jeruk," ucapnya.
Di lain sisi, DPU Wonogiri mencatat sepanjanhg 280 kilometer jalan milik kabupaten yang rusak. Pihaknya telah mendapatkan anggaran Rp 5 miliar untuk pemeliharaan rutin di titik-titik prioritas.
Idealnya, pemeliharaan rutin butuh Rp 15 miliar- Rp 20 miliar. Karena banyaknya bencana belakangan ini, DPU bakal mengajukan penambahan anggaran, menunggu petunjuk dari bupati. (al/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono