Misno, ketua RT setempat menjelaskan, sumur tersebut adalah milik Sarno. Si empu sumur telah meninggal dunia puluhan tahun silam. Sejak kecil, pria 70 tahun itu, baru kali ini melihat luapan air sumur sederas ini.
Air sumur mulai meluap Senin (27/2/2023). Paling deras terjadi Rabu (1/3/2023). Saat itu, hujan deras mengguyur wilayah Eromoko. "Sumur ini tidak pernah kering meski saat kemarau. Airnya selalu penuh. Saat hujan, airnya tetap jernih," kata Misno.
Luapan air dari sumur dimanfaatkan warga untuk mencuci baju dan mandi. "Sumur ini yang paling pertama di desa sini. Sekarang sudah banyak yang menggunakan PDAM," tuturnya.
Lebih lanjut diterangkan Misno, lamanya air sumur meluap tergantung hujan. Bisa sepekan hingga sepuluh hari atau lebih lama jika intensitas hujan tinggi. (al/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono