Gunadi,52, salah seorang warga yang memeriksakan diri mengatakan, dia melakukan tiga jenis pemeriksaan. Asam urat, kolesterol dan gula darah.
"Agak tinggi ternyata gula saya. Padahal saya puasa. Kolesterol saya juga tinggi. Ketahuan di sini. Kalau asam urat standar," ujar warga Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri Kota.
Gunadi mengaku senang mengetahui kondisi tubuhnya. Dengan begitu, dia bisa mengatur pola makannya. "Tadi setelah periksa juga konsultasi juga. Dikasih informasi obat apa saja yang bisa diminum," kata dia.
Pria paro baya itu mengapresiasi kegiatan yang dilangsungkan RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri tersebut karena masyarakat tak perlu mengeluarkan ongkos untuk mengetahui kondisi kesehatannya.
Sri Haryanti, 59, mengaku mendapatkan informasi pemeriksaan kesehatan gratis dari WhatsApp Group (WAG) RT-nya. Dia lalu melakukan pemeriksaan asam urat.
"Alhamdulillah hasilnya baik. Sebelumnya periksa di salah satu klinik hasilnya tinggi. Ini tadi periksa di sini sudah normal," tuturnya.
Hadirnya pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan oleh RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri itu juga menambah minat warga yang datang di Gebyar Ramadhan. Efeknya, para pedagang yang mengisi stan mendapatkan tambahan pengunjung.
Kabid Perdagangan Dinas KUKM dan Perindag Wonogiri Nugroho Liestyono mengatakan, pemeriksaan kesehatan gratis menambah minat pengunjung di hari terakhir acara Gebyar Ramadhan.
"Ini hari kelima, hari terakhir. Pengunjungnya juga ramai dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini," kata dia.
Kepala Unit Promosi Kesehatan RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Ika Daruningsih menuturkan, ada sekitar 129 warga yang mengikuti pemeriksaan gratis. Mencakup tekanan darah, konsultasi dokter umum, gula darah, kolesterol, dan asam urat. "Selain itu, juga ada konsultasi gizi bagi peserta," ucapnya.
Aksi sosial itu sengaja dipusatkan di MPP Nyawiji Wonogiri. Selain meramaikan event Gebyar Ramadan, sekaligus promosi rumah sakit milik Pemkab Wonogiri.
"Setelah pemeriksaan ada konsultasi gizi. Masyarakat selanjutnya juga bisa kontrol ke puskesmas. Setelah itu diarahkan ke rumah sakit atau pemeriksaan berjenjang saat membutuhkan," pungkas Ika. (al/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono