Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kucing-Kucing Penjaga Jaring Karamba Waduk Gajah Mungkur Ini Pandai Berenang

Tri wahyu Cahyono • Senin, 10 April 2023 | 01:42 WIB
Kucing yang dipelihara Tedi bertugas memburu tikus perusak jaring karamba. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
Kucing yang dipelihara Tedi bertugas memburu tikus perusak jaring karamba. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
RADARWONOGIRI.COM- Jika di KPP Pratama Serpong ada kucing tersohor yang diberi nama Soleh, di kalangan petani ikan karamba jaring apung (KJA) Waduk Gajak Mungkur juga ada kucing istimewa. Hewan berbulu ini pula tugas memerangi tikus yang kerap merusak jaring karamba.

Tedianto, salah seorang pemilik KJA mengaku sudah memelihara kucing di karamba sejak 2012. "Tikusnya ngrikiti (menggerogoti) jaring. Banyak yang jebol, kalau saya racun tikusnya kan malah membunuh ikan juga. Akhirnya saya bawa musuh alaminya, saya pelihara kucing di sini," ujarnya, Sabtu (8/4/2023).

Tikus-tikus itu bisa sampai ke karamba setelah berenang dari tepian waduk. Bisa juga, bersembunyi saat Tedi, sapaan akrab Tedianto mengantarkan pakan ikan dan ikut turun ke karamba saat kapal bersandar.

Nah, menjadi tugas kucing-kucing itu memburu tikus. Tikus itu tidak dimakan, hanya dipermainkan hingga mati. "Dulu banyak tikus di sini. Sekarang sudah jarang. Insting pemburu kucing kan ," jelasnya. Tedi itu.

Tedi yang juga seorang guru Biologi SMAN 1 Wonogiri itu menambahkan, sejak kucing dipelihara di karamba, kerusakan jaring akibat digerogoti tikus berkurang. "Kucing-kucing ini juga bisa berenang," kata dia.

Apakah kucing tidak memangsa ikan di dalam karamba? Tedi mengatakan, kucingnya hanya memakan ikan yang mati mengapung atau ikan-ikan stres. "Setiap hari juga saya bawakan pakan dari rumah," ujarnya.

Awalnya, Tedi hanya membawa satu ekor kucing pejantan dan satu kucing betina ke karamba miliknya. Namun akhirnya beranak pinak. Kini tedi memiliki delapan ekor kucing yang menghuni karamba miliknya.

Sayangnya, kucing pejantan pertama yang dibawa ke karamba hilang. "Ini tinggal anak-anaknya dan betina pertama, namanya Cempluk. Dia juga pintar berenang," jelasnya.

Pantauan radarwonogiri.com, kucing-kucing milik Tedi sangat jinak. Bahkan, saat kapal yang ditumpangi Tedi bersandar di karamba, mereka langsung mendekat. Kucing-kucing itu juga mengikuti Tedi saat sedang mengurus karambanya. "Sering juga ikut saya keliling pakai perahu. Duduk di depan perahu," kata dia.

Photo
Photo
Dua ekor kucing mengikuti Tedi saat mengurus karamba, Sabtu (8/4/2023). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Ketua Paguyuban Pembudidaya Ikan Waduk Gajah Mungkur Nila Kencana Sugiyanto mengamini sejumlah pemilik KJA di WGM memelihara kucing untuk mengatasi masalah tikus. Termasuk Sugiyanton yang memelihara satu kucing di karamba mililnya.

"Tikus jadi masalah karena sering menggerogoti karung wadah pakan. Saat karung diangkat kan jadi berceceran pakannya. Kalau ada kucing, tikusnya nggak ada," ucapnya. (al/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono
#kucing karamba #kucing #waduk gajah mungkur #karamba jaring apung