Hal tersebut disampaikan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo saat sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Gotong Royong Bersama Mitra Kerja dalam penurunan angka stunting di Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri, Senin (17/4) lalu.
Hasto menuturkan, pihaknya dan mitra kerja memulai percontohan untuk menekan angka stunting. Dilakukan program dua telur kepada anak-anak terindikasi stunting di Kota Sukses. "Kami lakukan enam bulan penuh, sehari dua telur. Ada 50 anak," jelasnya.
Menurut Hasto, Badan Pangan Nasional juga mendukung program tersebut. Sebab, selama beberapa bulan ke depan, Badan Pangan Nasional akan memberikan makanan tambahan untuk keluarga berisiko stunting. "Dengan ini diharapkan target pemerintah pusat untuk zero stunting bisa terpenuhi," ucap dia.
Menurut dia, di tingkat nasional, akhir tahun ini angka stunting bisa turun hingga tiga persen menjadi 18 persen. Dari 18 persen itu nanti akhir 2024 targetnya menjadi 14 persen. "Karena itu permasalahan ini (stunting) dikeroyok dari semua kementerian lembaga ini punya program," terang Hasto.
Hasto menyebut, Badan Pangan Nasional memilki program bantuan pangan yang menyasar sekitar 10 ribu keluarga berisiko tinggi stunting di Wonogiri. "10 ribu itu kan ada data by name by address-nya, nanti program bantuan pangan itu segera dimulai setelah Lebaran. Bantuannya berupa telur dan daging ayam," kata dia.
Disinggung soal penanganan stunting di Kota Sukses, Hasto menilai penanganan stunting di Wonogiri sudah baik. Sebab, Wonogiri memiliki aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPBGM) yang menunjukkan data stunting real count by name by address.
Mengacu aplikasi tersebut, kasus stunting di Wonogiri sebesar 10 persen. Pada bulan Agustus nanti saat ada pengukuran. "Diharapkan dengan cara keroyokan semua pihak, hasilnya akan lebih baik," kata Hasto. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono