Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ajang Gala Kumatar di Desa Gemantar, Selogiri: Dongkrak Potensi UMKM dan Seni Budaya

Damianus Bram • Sabtu, 6 Mei 2023 | 18:00 WIB
KOMPAK: Anak-anak mengikuti les dan kegiatan mendongeng di Rumah Darling, Desa Krandegan, Kecamatan Bulukerto, belum lama ini. (PEMDES KRANDEGAN FOR RASO)
KOMPAK: Anak-anak mengikuti les dan kegiatan mendongeng di Rumah Darling, Desa Krandegan, Kecamatan Bulukerto, belum lama ini. (PEMDES KRANDEGAN FOR RASO)
RADARSOLO.COM - Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap sendi-sendi perekonomian rakyat. Termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Meghidupkan kembali UMKM pascapandemi, Pemerintah Desa (Pemdes) Gemantar, Kecamatan Selogiri, Wonogiri berinovasi melalui Gala Kumatar.

Gala Kumatar merupakan pagelaran lapak kreativitas usaha mikro dan masyarakat Gemantar. Event ini lahir, berawal dari kesulitan para pelaku UMKM di Desa Gemantar untuk bangkit. Setelah usaha mereka dihantam pandemi Covid-19. Setelah pandemi mereda pada 2022 lalu, pemdes setempat mencoba berinovasi supaya perekonomian warganya terangkat.

“Masyarakat terutama pelaku UMKM kami kumpulkan di lahan sekitar balai desa. Mereka kami sediakan lapak untuk menjual produknya selama sepekan. Tahun lalu digelar pas peringatan HUT Kemerdekaan RI,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Gemantar Ibnu Purwanto, Jumat (5/5/2023).

Tahun lalu, terdapat sekira 25 pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam ajang Gala Kumatar. Mayoritas produk makanan. Selain kuliner, Gala Kumatar juga dihiasi produk UMKM kerajinan tangan alias handycraft.

Photo
Photo
INOVASI: UMKM menjajakan produknya di Gala Kumatar.(PEMDES GEMANTAR FOR RASO)

“Ada gempol, cilok kuah, keripik, gethuk, dan lainnya. Kalau makanan berat yang dijual ada pecel, soto, bakso, dan sebagainya. Di sela acara juga dijejali pertunjukan seni budaya. Seluruh kreativitas masyarakat ditampilkan,” imbuh Purwanto.

Seni budaya yang dimaksud Purwanto, yakni penampilan drama yang mengangkat cerita rakyat. Tiap dusun di Desa Gemantar wajib memunculkan wakilnya untuk tampil.

“Supaya cerita rakyat bisa dikenalkan kepada anak-anak Desa Gemantar. Istilahnya nguri-uri budaya. Selain itu kami juga mengadakan turnamen bulu tangkis khusus warga Gemantar,” bebernya.

Purwanto menambahkan, antusiasme warga terhadap Gala Kumatar cukup tinggi. Tak heran warga berharap event ini bisa digelar rutin tiap tahunnya. “Masih dikaji dan dievaluasi,” ujarnya.

Kajian yang dipaparkan Purwanto, terkait beragam masukan dari warga. Salah satunya agar cakupan Gala Kumatar diperluas. Supaya bisa menampung lebih banyak pelaku UMKM lainnya.

“Secara keseluruhan, Gala Kumatar bisa membangkitkan perekonomian warga. Selain itu inovasi Gala Kumatar ini masuk dalam daftar nomine Wonogiri Innovation Award (WIA) 2022,” bebernya. (al/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#Wonogiri Innovation Award #Desa Gemantar #UMKM di Desa Gemantar #pagelaran lapak kreativitas #Gala Kumatar