Diketahui, kegiatan yang dipusatkan di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri itu pada Minggu pagi diawali fun run, Festival Batik Wonogiri dan Wonogiri Expo. Sejumlah hiburan seni tradisional seperti reog, kethek ogleng, dan lainnya menghibur masyarakat.
Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, konsep awal rangkaian kegiatan tersebut adalah mengangkat semua potensi yang dimiliki Wonogiri. Mulai dari seni budaya, UMKM dan lain sebagainya.
"Tagline-nya kita ambil Go Nyawiji Migunani, maknanya berguna kepada seluruh entitas dan komunitas," kata dia.
Joko Sutopo meyakini, muncul geliat perekonomian dalam rangkaian acara yang digelar. Salah satunya daru Wonogiri Expo. Semua rangkaian acara peringatan Hari Jadi Wonogiri itu bisa dinikmati masyarakat secara gratis.
"Ini tentunya pesta rakyat, semua bisa masuk. Itulah Go Nyawiji," ucap bupati.
Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri Setyo Sukarno menambahkan, momentum hari jadi ini juga menjadi penyemangat bagi pelaku UMKM untuk membangun kebersamaan. Termasuk dalam memperluas jejaring pemasaran dan usaha.
Menurut wabup, membangkitkan aktifitas UMKM menjadi salah satu prioritas kebangkitan ekonomi. Itu mengingat ada ribuan usaha dari berbagai jenis yang menjadi tulang punggung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Berbagai upaya dilakukan, dengan menggali kreativitas, inovasi, dan penguasaan teknologi informasi sebagai bentuk adaptasi terhadap situasi dan kondisi aktual saat sekarang ini," kata Setyo Sukarno.
Wabup menambahkan, pihaknya melihat potensi UMKM di Wonogiri yang cukup besar. Karena itu perlu mendapatkan perhatian agar kembali bergeliat. "Salah satunya dengan menyediakan pasar dalam bentuk Wonogiri Expo yang mempertemukan produsen dan konsumen, para pelaku UMKM, serta yang terutama, memperkenalkan potensi komoditas unggulan agar dapat berkembang," ujarnya.
Sementara itu, gelaran Wonogiri Expo di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri disambut antusias oleh peserta yang menggelar lapak. Di antaranya adalah Dewi Catur Rahayu, seorang perajin eco print.
Warga Dusun Ngricik RT 04 RW 08 Desa Pule, Kecamatan Selogiri itu menilai gelaran tersebut ikut mengenalkan produk eco print yang menurutnya belum banyak diketahui masyarakat.
"Tadi juga banyak pengunjung yang kesini (stand). Tanya soal eco print. Alhamdulillah juga ada yang terjual beberapa jilbab eco print," kata dia. (al/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono