Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Fenomena LGBT Rambah Pelajar di Wonogiri: Guru BK Harus Sensitif, Perlu Pendekatan Kultural

Damianus Bram • Selasa, 23 Mei 2023 | 04:22 WIB
Bupati Wonogiri Joko Sutopo memberikan keterangan terkait fenomena LGBT di wilayahnya. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
Bupati Wonogiri Joko Sutopo memberikan keterangan terkait fenomena LGBT di wilayahnya. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
RADARWONOGIRI.COM - Munculnya fenomena LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) di kalangan pelajar Wonogiri membuat miris dunia pendidikan. Butuh kerja sama semua pihak agar ini bisa diatasi bersama.

“Tentu munculnya fenomena LGBT ini membuat kita prihatin. Karena tidak mengenal daerah, usia dan juga strata,” ujar Bupati Wonogiri Joko Sutopo kemarin.

Menurut bupati yang akrab disapa Jekek ini, ada beberapa hal yang bisa membuat seseorang menjadi LGBT. Salah satunya ada sesuatu yang kurang ideal dalam diri seseorang itu sendiri. Mulai dari hormon, lingkungan ataupun karena cara seseorang memaknai modernisasi yang terlalu bebas.

"Ini kami terus sampaikan di forum-forum agar masyarakat paham dan mengetahui lebih awal. Sekaligus bisa melakukan langkah pencegahan. Oh sesuatu yang tidak wajar (LGBT) sudah masuk di Wonogiri," kata dia.

Atas fenomena ini, dia meminta semua pihak untuk berkoordinasi. Agar fenomena ini bisa ditangani dengan baik. Seseorang yang terindikasi LGBT juga bisa diberi pendampingan dan konseling.

"Saat ada anak yang terlihat tidak ideal (mengarah LGBT), guru BK (bimbingan konseling) bisa berdiskusi dengan orang tua anak," ujar dia.

Jekek menambahkan, ada tantangan tersendiri untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait LGBT. Dia akan berupaya membangun pola komunikasi agar pencegahan bisa dilakukan, di mana bisa diterima oleh masyarakat umum dengan baik ataupun orang tua yang anaknya terindikasi LGBT.

Sebelumnya, Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri menyebut bahwa ada temuan LGBT anak di hampir semua kecamatan. Namun, jumlah lebih rinci belum dibeberkan.

"Dulu ada sekitar delapan anak, 2021 lalu. Dalam perkembangannya, monitoring dari dinsos saat ini memang agak mengkhawatirkan. Nanti akan kami verifikasi ulang (jumlahnya, Red)," papar dia.

Menurut Jekek, perilaku LGBT perlu diamati khusus. Sementara untuk dampak sosialnya nyaris belum terasa. Namun yang dikhawatirkan dan diantisipasi adalah adanya aktivitas seksual LGBT yang berpotensi meningkatkan jumlah kasus HIV/AIDS.

"Kalau diskriminasi tidak ada. Pendekatan dilakukan berbasis kultural. Jangan sampai ada diskriminasi," kata Jekek.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri Setyarini mengatakan, LGBT masuk dalam kelompok risiko terpapar HIV/AIDS. Selain itu, juga berisiko terkena penyakit menular seksual lewat seks anal ataupun oral.

"Kalau terkena penyakit menular seksual, bisa potensi jadi kanker di mulut atau di anus," kata dia. (al/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#Fenomena LGBT #LGBT Rambah Pelajar #lgbt anak wonogiri #lgbt pelajar wonogiri #LGBT #Bupati Wonogiri Joko Sutopo