Pelaku yang ketakutan melepaskan ikatan tali di leher kambing hingga menyebabkan kambing berhamburan. Meskipun sudah terkepung, pelaku berusaha melawan.
Warga yang kesal melampiaskan kemarahannya dengan mengeroyok pelaku. Bahkan ada yang hendak membakarnya hidup-hidup. Beruntung, Polisi rukun warga (RW) segera tiba di lokasi. Emosi massa bisa diredam dan pelaku diamankan.
Kegiatan tersebut merupakan simulasi penanganan amuk massa oleh jajaran Polisi RW.
Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, Polisi RW merupakan program dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Program polisi RW sukses menekan kasus kriminalitas di tingkat RW wilayah Polda Metro Jaya saat program itu dikenalkan Komjen Pol Fadil Imran ketika menjadi kapolda Polda Metro Jaya.
"Potensi masalah lain juga ditekan. Tugasnya, mendeteksi dini masalah warga di tingkat RW," ujar Indra.
Polisi RW diterapkan di Wonogiri selama sebulan terakhir. Diakui kapolres, wilayah Polres Wonogiri sangat luas, sedangkan jumlah personel terbatas.
Sebab itu, polisi RW ditugaskan di titik rawan terjadi permasalahan. "Ada 304 personel yang disebar, mereka memiliki sertifikat Polisi RW," terang dia.
Selain Polisi RW, juga masih ada 86 Bhabinkamtibmas dan Polmas dimana semua anggota Polri mengemban Polmas.
"Polisi RW lingkupnya lebih kecil, jadi bisa lebih dekat dengan masyarakat. Tentunya ada koordinasi dengan Bhabinkamtibmas," ujar Indra.
Soal simulasi penanganan amuk massa, imbuh kapolres, diharapkan Polisi RW bisa mengantisipasi dan mencegah kejadian tersebut. Polisi RW dituntut menjadi problem solving saat ada permasalahan di tingkat RW. "Masyarakat kan jadi kenal, oh di RW ini polisinya ini," pungkas Indra. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono