Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto mengatakan pemilihan gubernur (pilgub) masih cukup lama. Sebab, pilgub digelar pada November 2024 mendatang.
"Masih November (2024) tho? Nanti kan pileg dan pilpres dulu. Kami fokus itu dulu," katanya saat di Wonogiri, Minggu (28/5/2023).
Apakah akan mencalonkan diri sebagai gubernur Jateng? Pria yang beken disapa Bambang Pacul itu berkelakar bisa saja. "Siapa tahu nanti tiba-tiba saya ada wahyu pengen nyalon," ujarnya.
Disinggung soal kriteria khusus calon gubernur dari PDI Perjuangan, Bambang Pacul menyebut sejumlah syarat. Diantaranya memiliki keputusan politik yang baik (memihak rakyat). Keputusan politik itu didukung APBD dan bagaimana menggerakkan birokrasi untuk melaksananakan keputusan politik tersebut.
"Seperti yang dilakukan di Wonogiri. Ini mohon maaf ya, bupati Wonogiri jempol. Keputusan politike klir, didukung APBD dan birokrasinya. Ada reformasi supaya mendukung (kebijakan) politiknya. Itu kelas," ungkap dia.
Apakah Bupati Wonogiri Joko Sutopo layak dicalonkan jadi gubernur? Bambang Pacul mengatakan, yang mengukur layak atau tidaknya adalah publik.
"Yang mengukur pantas dan tidak adalah kalian. Tapi (Joko Sutopo) sebagai bupati, saya harus acungi jempol pada Pak Jekek," terangnya.
Bambang Pacul mencontohkan kebijakan politik Joko Sutopo yang menurutnya baik adalah pengadaan sumber air bersih di Kecamatan Paranggupito beberapa waktu lalu. Bambang Pacul juga mengaku ikut terlibat di dalamnya.
"Aku ikut terlibat di dalam mendatangkan air itu, yang dari mereka tidak ada air, sekarang bisa pakai air," jelas dia.
Tak hanya itu, program beasiswa mahasiswa berprestasi juga disebut menjadi kebijakan politik Joko Sutopo yang dinilainya berpihak ke masyarakat. Kebijakan politik itu menurutnya juga didukung dengan APBD.
"Maka saya bilang Jekek jempol. Gitu lho. Kalau kau tanya pantas tidak jadi gubernur? Itu urusan DPP, Bu Mega. Aku ra wani (tidak berani)," ucap Bambang Pacul.
"Nek (kalau) Bambang Pacul, pertama kali kesempatan jadi gubernur, ya (ketua) DPD sik tho yo, yo ra?," kelakar Bambang Pacul. (al/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono