Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dugaan Pencabulan oleh Kasek dan Guru Madrasah, Wabup: Jujur Kami Kecolongan

Damianus Bram • Rabu, 31 Mei 2023 | 02:30 WIB
Ilustrasi pencabulan anak. (JawaPos)
Ilustrasi pencabulan anak. (JawaPos)
RADARWONOGIRI.COM Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri Setyo Sukarno, memberikan atensi khusus terhadap kasus dugaan pencabulan di salah satu madrasah di Kecamatan Baturetno. Dia sangat prihatin dan menyayangkan kejadian itu.

Menurut wabup, Pemkab Wonogiri terutama Bupati Joko Sutopo selalu menyuarakan agar kasus kekerasan seksual bisa ditekan serendah mungkin. Namun faktanya, kasus serupa berulang kali terjadi. Dan korbannya mayoritas anak-anak.

“Tentunya (harus) bicara (soal) kasus itu, karena sudah berlangsung lama. Harus diakui secara jujur, bahwa kami kecolongan,” kata wabup, Selasa (30/5/2023).

Wabup menambahkan, ada 12 anak yang diduga menjadi korban pencabulan di madrasah tersebut. Ironisnya, perbuatan tak senonoh yang diduga dilakukan kepala sekolah (kasek) berinisial M, dan seorang guru berinisial Y ini sudah berlangsung sekira setahun.

“Saling mengingatkan, bahwa pendidikan ini kan hal yang sangat vital. Kalau kemudian anak-anak tidak merasa nyaman, kan berbahaya bagi dunia pendidikan di Wonogiri,” imbuh wabup.

Saat ini pemkab bersama organisasi perangkat daerah (OPD), termauk instansi terkait terus melakukan pendampingan terhadap para korban. “Kami dorong agar kasus ini diusut tuntas. Jangan ada pengecualian. Pak bupati juga menyampaikan, (pelaku) harus dihukum seberat-beratnya,” tegas wabup.

Di sisi lain, para guru di madrasah tersebut baru mengetahui dugaan pencabulan pada Jumat (26/5/2023). Namun sebelum kasus mencuat, sebagian guru sempat mendengar ada siswa saling ejek. Ejekan menjurus pada siswa yang dicabuli.

“(Aksi saling ejek) itu sempat dilaporkan ke kasek, tapi tidak ada tindak lanjut. (Setelah kasus mencuat), ternyata dia (kasek) yang diduga pelakunya,” terang Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri Anif Solikhin.

Sementara itu, kasek yang diduga mencabuli siswinya sementara dinonaktifkan oleh yayasan. Sebagai ganti, posisinya dijabat pelaksana tugas (Plt).

“Plt kasek dirembug bersama masyarakat. Akhirnya dipilih salah seorang guru, yang juga tokoh masyarakat setempat. Guru ini juga dipercayai masyarakat,” ungkap Anif. (al/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#Wakil Bupati Wonogiri Setyo Sukarno #kasus pencabulan anak #Pencabulan Siswi Madrasah #kekerasan seksual #Madrasah Baturetno #pencabulan siswi madrasah di baturetno #pencabulan di madrasah baturetno