10 kasus itu ditemukan sejak awal Januari- Mei 2023. Terdapat satu pasien meninggal dunia. Camat Jatisrono Yohanes Trisnadi Tulus mengatakan, pada Selasa (20/6) dilakukan rapat lintas sektoral di tingkat kecamatan membahas merebaknya leptospirosis di wilayah setempat. "Kami rembuk tata cara supaya kasus ini tidak semakin merebak," ujarnya, Rabu (21/6).
Berdasarkan rapat itu, kades/lurah, dinas intansi terkait di tingkat kecamatan hingga kepala sekolah sepakat untuk melakukan sosialisasi dan edukasi. Tim dari dua puskesmas di kecamatan setempat ikut dikerahkan. "Edukasinya berupa bagaimana cara menghindari penyakit ini," kata dia.
Petugas dari dinas terkait di tingkat kecamatan memberikan tips pengendalian hama tikus yang berpotensi membawa bakteri leptospira penyebab leptospirosis. Kesepakatan dalam rapat bakal dilakukan sesegera mungkin.
"Jika memungkinkan, di tingkat rumah tangga bakal dilakukan pemberantasan hama tikus secara serentak. Rencananya seperti itu," terang Trisnadi.
Camat mengistilahkan, pemberantasan dilakukan dengan makani atau memberi makan tikus. Dalam hal ini, digunakan makanan yang sudah diberi racun tikus dengan harapan tikus mati.
Pemberantasan dengan cara ini tak dilakukan asal-asalan. Sebab, menurut Trisnadi, pengamat hama di wilayah setempat juga telah memberikan tips dalam pemberantasan tikus. Itu agar cara tersebut tidak salah sasaran. Atau malah meracuni hewan peliharaan. "Caranya relatif aman. Tentu juga dijauhkan dari jangkauan anak-anak," tegasnya.
Pemberantasan hama pengerat di tingkat rumah tangga dilakukan menggunakan bambu yang diberi lubang dan didalamnya dalamnya diberi makanan yang beracun. Bambu itu diletakkan dan dipatok agar tidak bergoyang.
"Tikus kan suka masuk-masuk di lubang dan makan itu. Tapi kucing, ayam dan unggas warga tidak bisa makan (umpan) itu (karena di dalam bambu). Jadi hewan peliharaan warga aman. Dijauhkan juga dari jangkauan anak-anak," paparnya.
Pihak puskesmas juga telah memberikan edukasi terkait pencegahan leptospirosis di dalam rumah. Caranya, makanan dan alat makan harus ditutup dengan tudung saji. Pedagang di pasar yang menggunakan gerobak juga diberi pengertian. Itu agar kebersihan gerobak diperhatikan oleh pedagang.
"Antisipasi saja, mbok menowo ada tikus yang masuk ke gerobak saat gerobaknya ditinggal. Berbagai hal tadi kami lakukan untuk menekan leptospirosis," jelas Trisnadi.
Diketahui, sejak Januari-Mei 2023 tercatat 49 kasus leptospirosis di Wonogiri dan menyebabkan satu warga Jatisrono meninggal dunia. Kasus tersebut jauh lebih banyak dibandingkan temuan kasus pada periode yang sama di 2022 yang hanya 12 kasus. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono