Saat Ramadan hingga Lebaran lalu, Kinto menjual telur di bawah Rp 27 ribu per kilogram. Harga telur ayam yang didapatnya langsung dari peternak dan biasanya digunakan sebagai tempat kulakan pernah mencapai Rp 30.500, sedangkan harga di pasar sudah menyentuh Rp 32 ribu.
"Harga itu bertahan satu hari. Harga telur kan berubah-ubah. Turun lagi ke Rp 29 ribu hingga Rp 28 ribu per kilogram,” katanya.
Saat ini, Kinto menjual telur Rp 28.300 per kg untuk eceran, sedangkan pembelian per peti Rp 27.800 per kg. "Masih lumayan tinggi," beber dia.
Meskipun harga telur stabil tinggi, Kinto menyebut tak memengaruhi permintaan konsumen. "Kalau sedang ramai, bisa (menjual) 1,2 ton. Misal sepi atau standar itu Rp 700 ribu– Rp 800 ribu per kilogram. Ini agak ramai karena banyak yang punya gawe," katanya.
Sementara itu, berdasarkan data pemantauan harga kebutuhan pokok dan komoditas strategis oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) Wonogiri, harga telur ayam per Jumat (23/6) mencapai Rp 29.500 per kg, sedangkan per Kamis (22/6) di angka Rp 29 ribu. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono