Kepala Desa (Kades) Sendangrejo Sutrisno menuturkan, salah seorang korbannya adalah Tugiyem, lanjut usia warga Dusun Tunggur RT 03 RW 04 Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno.
Dia didatangi orang tak dikenal dan diiming-imingi akan mendapatkan bantuan. Tapi syaratnya, Tugiyem harus menyerahkan perhiasan. "Mbah Tugiyem kemudian diminta mengambil sejumlah berkas. Antara lain kartu keluarga dan KTP,” jelas Sutrisno, Senin (26/6/2023).
Di saat Tugiyem mencari berkas yang diminta, pelaku buru-buru mencuri perhiasan berupa cincin emas seberat 5 gram lalu kabur.
Kejadian ini, kata kades sendangrejo, bukan kali pertama terjadi. Tapi sudah kali ketiga dengan modus yang sama. "Selama enam bulan ini, sudah tiga kali kejadian. Motif sama, mau memberikan bantuan. Kalau sama yang di rumah Mbah Tugiyem, berarti ada empat kasus," imbuh dia.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri Kurnia Listyarini mengatakan, bansos resmi dari pemerintah pasti disalurkan oleh petugas pemerintah. Baik dari tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa/kelurahan. "Kalau (ada yang tawarkan bantuan) tidak resmi jajaran pemerintah, jangan dipercaya," tegas Kurnia.
Selain itu, penerima bansos dibuktikan dengan berkas khusus. Kurnia memberi contoh, penerima PKH dan BPNT, pasti memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Pihaknya juga meminta agar masyarakat bisa melaporkan kepada jajaran pemerintah paling dekat, yakni RT/RW saat ada orang yang mengaku sedang melakukan survei atau pendataan penerima bantuan. Dengan begitu, bisa diketahui apakah hal tersebut benar-benar pendataan atau tidak.
"Sampaikan dulu ke ketua RT/RW setempat. Pasti paham petugas yang diutus. Pasti juga membawa surat resmi atau surat penugasan. Jangan melakukan transaksi tanpa sepengetahuanjajaran pemerintah di tingkat bawah," papar Kurnia.
Sementara itu, Kurnia menduga bahwa hal yang dialami oleh warga Desa Sendangrejo yang kehilangan benda berharganya terkena gendam. Sebab, dia menilai seseorang tak akan dengan mudah memberikan benda berharganya begitu saja dengan iming-iming bansos. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono