Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pedagang Bakso Sidoharjo Bikin Koperasi, Omzetnya Miliaran, Modali Anggotanya di Wonogiri hingga Jogjakarta

Iwan Adi Luhung • Kamis, 13 Juli 2023 | 02:23 WIB
Rapat anggota tahunan KSU IPBN Tahun Buku 2021. (Wahyudi Al Mulyono untuk Radar Solo)
Rapat anggota tahunan KSU IPBN Tahun Buku 2021. (Wahyudi Al Mulyono untuk Radar Solo)

RADARWONOGIRI.COM-Berawal dari arisan yang diikuti pedagang mi ayam dan bakso, sebuah koperasi didirikan di Lingkungan Bakalan Kulon, Kelurahan/Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri.

Koperasi Serba Usaha (KSU) IPBN (Ikatan Pedagang Mie Bakso Nusantara) itu bahkan memberikan modal kepada anggotanya yang merupakan para pedagang mi ayam dan bakso di Wonogiri hingga Jogjakarta.

Pengurus KSU IPBN Wahyudi Al Mulyono mengatakan, mulanya, para pedagang mi ayam dan bakso mengadakan arisan. Mereka lalu berinisiatif membuat wadah dalam koperasi.

"Akhirnya diurus izin-izinnya. Teman-teman juga setuju bikin koperasi untuk mewadahi," kata dia, Rabu (12/7/2023).

Mulyono menerangkan, mayoritas anggota KSU IPBN berasal dari Jogjakarta. Semuanya adalah pedagang mi ayam dan bakso.

"RAT (rapat anggota tahunan) 2022 kemarin anggotanya sekitar 1.225 kalau tidak salah. Banyak pedagang mi ayam dan bakso. Jualannya banyak di Jogja, Klaten," kata dia.

Setiap tanggal 20, sejumlah anggota juga rutin melakukan pertemuan di kantor IPBN. Dilakukan evaluasi juga dengan pengurus koperasi.

Lebih jauh, Mulyono menerangkan, sejak setahun lalu, pihaknya juga mengembangkan usaha budidaya jamur. Ada dua kandang budi daya jamur di Kecamatan Girimarto.

Mulyono menerangkan, pihaknya juga memberikan pinjaman bagi anggota koperasi itu. Modal dari koperasi digunakan untuk mengembangkan usaha, baik di Kabupaten Wonogiri maupun di daerah lain, seperti Jogjakarta.

Termasuk untuk memodali anggota yang membutuhkan peralatan berdagang mi ayam maupun bakso. Setelah itu, modal kembali lagi ke koperasi.

"Prinsipnya, untuk anggota, dari anggota kembali ke anggota lagi. Kan demi kesejahteraan anggota. Dulu ada yang modal dari koperasi, sekarang outlet-nya ada beberapa," kata dia.

Disinggung soal omzet koperasi, Mulyono merendah. Padahal nominalnya sekira Rp 11 miliar. Diharapkan, omzet segera naik ke Rp 12 miliar.

"Omzet sekarang paling cuma Rp 11 miliar, masih kecil. Kalau dulu modal awal di 2012 kalau tidak salah Rp 180 juta," ujarnya. (al/wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#bakso #koperasi #mi ayam #wonogiri #pedagang