Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tak Dibawa ke Posyandu, Kondisi Kesehatan 6.000 Balita di Wonogiri Tidak Terpantau

Iwan Adi Luhung • Jumat, 28 Juli 2023 | 02:31 WIB

Bupati Wonogiri Joko Sutopo ( dua dari kanan) memantau imunisasi IPV II bagi balita di pendapa rumah dinas bupati Wonogiri, Kamis (27/7/2023). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
Bupati Wonogiri Joko Sutopo ( dua dari kanan) memantau imunisasi IPV II bagi balita di pendapa rumah dinas bupati Wonogiri, Kamis (27/7/2023). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

RADARWONOGIRI.COM-Tercatat sebanyak 6.000 anak bawah lima tahun (balita) di Wonogiri yang kondisi kesehatannya belum terpantau. Itu karena mereka tidak dibawa ke Posyandu oleh orang tuanya.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, angka itu merupakan 15 persen dari total balita di Wonogiri. Karena itu, bupati meminta pihak terkait segera melakukan pengecekan.

"Kalau 6.000 (balita) ini tidak termonitor, dan kualifikasinya masuk kategori gizi kurang, gizi buruk, atau stunted kan bahaya," jelasnya usai penggalangan komitmen perwujudan Zero Stunting 2024 dan pencanangan imunisasi IPV II bagi balita di pendapa rumah dinas bupati Wonogiri, Kamis (27/7/2023).

Baca Juga: Kepala BKKBN Puji Penanganan Stunting di Wonogiri

Joko Sutopo meminta pemerintah desa dan bidan melakukan skrining 6.000 balita itu dan mencari penyebab mereka tak dibawa ke posyandu. Apalagi, sudah ada data by name by addres yang dimiliki.

Ditambahkan bupati, ada kemungkinan ibu si anak merantau dan si anak dibawa keluar Wonogiri. Mengingat banyaknya warga Kota Sukses yang merantau ke berbagai kota besar.

Ditegaskan Joko Sutopo, ada visi besar bahwa Wonogiri gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak alias tengkes di 2024.

Banyak pihak punya peran mewujudkannya. Salah satunya adalah kader kesehatan yang aktif mengelola 2.153 posyandu.

"Kader dari 2.153 posyandu harus punya pemahaman yang sama agar menjamin generasi Wonogiri yang berkualitas. Diawali generasi bebas stunting," tandasnya.

Baca Juga: Bupati Wonogiri Jamin Anggaran Rp 16 Miliar untuk Atasi Stunting Tepat Sasaran

Mendukung visi besar tersebut, Pemkab Wonogiri membagikan alat antropometri dengan anggaran pengadaan Rp 19 miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

"Dengan ini menjawab keluhan kader Posyandu dimana alatnya tidak standar. Pendataan nanti lebih valid karena konsepnya, properti yang sama, hasil akurasinya bisa sama, presisi," ucap bupati. (al/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#posyandu #balita #wonogiri