RADARWONOGIRI.COM – Animo masyarakat untuk menjajal Trans Jateng koridor VII Solo-Wonogiri masih tinggi. Bahkan antrean penumpang mengular di halte Trans Jateng, Terminal Tipe C atau Terminal Angkutan Kota (Angkot) Wonogiri pada Minggu (13/8) siang.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo ini, halte tersebut tak sanggup memuat para calon penumpang. Alhasil, para penumpang berjejer hingga puluhan meter dari halte. Para penumpang itu terdiri dari emak-emak, lansia bahkan ada juga kawula muda dan anak-anak.
Salah seorang penumpang, Endah, 59, mengaku berangkat dari rumahnya di Kartasura Sukoharjo sengaja menaiki Trans Jateng. Dari Kartasura, dia menuju Solo dan baru setelah itu ke Wonogiri.
”Niatnya jalan-jalan. Pengin tahu Wonogiri. Berdua sama tetangga. Ini tadi gratis,” ujar dia.
Bersama tetangganya yang bernama Harti, Endang tiba di Wonogiri sekira pukul 09.10. Setelah itu keduanya mampir ke Pasar Kota Wonogiri.
”Beli cabuk dan gendar pecel. Jalan-jalan dulu kemudian 09.30 antre (naik Trans Jateng),” kata dia.
Saking panjangnya antrean, dia baru bisa naik Trans Jateng sekira pukul 11.30. Artinya, butuh waktu dua jam sebelum akhirnya dia dan tetangganya menaiki Trans Jateng.
”Jalan-jalan 20 menit antrinya naik bus dua jam. Memang ramai, tadi juga antre,” kata dia.
Penumpang lain Mujiyono, warga Grogol Sukoharjo juga tak mempermasalahkan antrean yang mengular. Dia menjajal Trans Jateng bersama istri dan dua anaknya. ”Mumpung anak-anak libur juga. Memang niatnya sengaja mencoba ini (Trans Jateng),” kata dia.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Wonogiri Waluyo tak menampik masih tingginya animo masyarakat yang menumpang Trans Jateng koridor VII. Dia juga telah turun ke halte di terminal tersebut untuk mengecek kondisi.
”Memang masih mbeludak penumpang. Tadi kami cek banyak pengin nyoba rute. Yang dari luar kota ini jadi media untuk mengenal Wonogiri. Tadi juga banyak yang ke pasar,” beber dia. (al/adi)
Editor : Damianus Bram