Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Puluhan Kasus Kebakaran di Kabupaten Wonogiri, Sektor Timur Mendesak Dibangun Pos Damkar

Iwan Adi Luhung • Rabu, 23 Agustus 2023 | 03:47 WIB
Markas Damkar di Kecamatan Wonogiri Kota. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
Markas Damkar di Kecamatan Wonogiri Kota. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

RADARWONOGIRI.COM-Musibah kebakaran membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Namun wilayah Kabupaten Wonogiri yang luas tak sebanding dengan sarana prasarana pemadam kebakaran (damkar).

Dari total 25 kecamatan, hanya ada satu markas damkar di Kecamatan Wonogiri Kota dan satu pos damkar di Kecamatan Baturetno.

Sebab itu, sektor timur Wonogiri mendesak adanya pos damkar demi kecepatan layanan.

Kepala UPT Damkar Wonogiri Joko Santosa mengatakan, sejak awal 2023 hingga Selasa (22/8/2023) siang, pihaknya menangani 50 kasus kebakaran.

"Catatan kami, pada Juli lalu ada 19 kasus kebakaran, sedangkan Agustus sampai siang ini (selasa (22/8/2023), ada 16 kasus kebakaran yang kami tangani," terang Joko.

Amukan si jago merah terjadi di berbagai lokasi. Antara lain rumah warga, pabrik, kandang hingga hutan atau lahan.

Damkar tidak bisa memastikan nominal kerugian materi, sebab anggota damkar sungkan untuk menanyakan kerugian kepada korban karena kondisinya masih shock.

"Kalau perkiraan bisa mencapai miliaran rupiah,” ucap Joko.

Diakui Joko, sarana prasarana Damkar Wonogiri masih minimalis. Hanya ada markas damkar di Kecamatan Wonogiri Kota dan pos damkar di Kecamatan Baturetno.

Jika kebakaran terjadi di lokasi yang jauh dari markas atau pos damkar, butuh waktu menjangkaunya. Sementara itu, banyak kebakaran yang terlambat dilaporkan ke damkar, sehingga api sudah menghanguskan bangunan.

Joko memberikan contoh kebakaran di Desa Gondangsari, Kecamatan Jatisrono, Senin (21/8/2023).

Laporan yang masuk ke damkar terlambat dan kebakaran cukup parah. Meski begitu, petugas tetap turun ke lokasi. "Perjalanan dari markas damkar Wonogiri ke lokasi hampir setengah jam," ujarnya.

Apakah perlu penambahan pos damkar di Wonogiri? Joko mengamininya. Terutama di sektor Wonogiri timur.

"Di sana banyak kantong-kantong ekonomi juga. Tapi kalau ada pos damkar, juga membutuhkan peralatan dan personel," katanya.

Menurut Joko, idealnya di satu pos damkar terdapat setidaknya 20 personel. Dibagi menjadi empat regu damkar yang berarti satu regu terdapat lima orang.

Saat ini, ada 54 personel yang tergabung di Damkar Wonogiri. Pembagiannya, 20 personel bertugas di pos Damkar Baturetno, dan 34 orang lainnya di markas Damkar Wonogiri dengan 30 orang petugas.

Mereka didukung enam unit mobil damkar dan satu mobil suplai air. Sementara di pos damkar Baturetno ada satu mobil damkar.

Apabila terjadi kebakaran di sektor timur, yang turun adalah petugas dari markas Damkar Wonogiri. Petugas harus melewati jalan yang berkelok dan jarak cukup jauh.

"Dulu pernah mobil damkar terguling. Sampai dua kali kejadian,” terang Joko.

Seandainya sektor timur dibangun pos damkar, di wilayah lokasi seharusnya? Joko menyebut di sekitar Kecamatan Slogohimo dan Jatisrono.

Selama ini, Damkar Wonogiri juga bekerja sama dengan damkar di Ponorogo, Pacitan, Gunungkidul, dan wilayah eks Karesidenan Surakarta. Namun, jarak tempuhnya juga cukup jauh.

Selain itu, bantuan damkar biasanya dibutuhkan saat kebakaran yang besar dan tak bisa diatasi Damkar Wonogiri sendiri. (al/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#kebakaran #wonogiri #damkar