RADARWONOGIRI.COM - Peristiwa angin kencang dikabarkan terjadi di Lapangan Tengklik, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Jatisrono Senin (28/8). Akibatnya, lapak UMKM dari berbagai desa/kelurahan yang akan ditampilkan pada acara resepsi 17-an ambruk.
"Iya betul. Tadi ada angin kencang di Tanjungsari. Kejadiannya sekitar pukul 08.15," kata Camat Jatisrono Yohanes Trisnadi Tulus.
Dia menerangkan di lokasi tersebut bakal digelar malam resepsi 17-an dengan tajuk 'Gebyar Budaya 2, Berbudaya Satukan Nusantara'. Lantas muncul angin kencang secara tiba-tiba dan berdampak pada lapak-lapak UMKM yang ada di lokasi. Tratak yang sudah dipasang diketahui ambruk dan menimpa lapak disana.
"Lapak-lapak UMKM itu adalah lapak dari berbagai kelurahan dan desa di Jatisrono. Acaranya memang dipusatkan disana. Pagi sudah ditata, anak-anak juga sudah siap tampil di panggung hiburan. Tapi tau-tau ada angin kencang," papar camat.
Trisnadi menyebut ada 150 lapak UMKM di lapangan tersebut. Namun akibat angin kencang tersebut, sekitar 100 lapak UMKM terdampak dan ambruk.
Camat memastikan, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu. Sementara untuk kerugian belum bisa dipastikan. Namun menurut dia, kerugian tak begitu besar karena belum semua lapak yang terdampak sudah diisi.
Meski begitu, warga setempat dan pihak-pihak terkait langsung tanggap. Semuanya bekerja bakti untuk mendirikan kembali lapak-lapak yang terdampak angin kencang.
"Sekarang sudah berdiri. Kerja bareng-bareng yang ambruk didirikan lagi. Senin sore acara dimulai dengan reog. Penampilan anak-anak di-reschedule dulu. Masyarakat juga menyadari kalau ini karena faktor alam, bencana karena alam," kata camat.
Lebih jauh, Trisnadi mengatakan malam resepsi 17-an dengan tajuk 'Gebyar Budaya 2, Berbudaya Satukan Nusantara' bakal digelar selama tiga hari, mulai Senin (28/8) hingga Rabu (30/8). Acara diisi dengan berbagai pentas seni termasuk pagelaran wayang kulit di hari terakhir.
"Yang jelas saat ini sudah siap. Kami mohon doa dan dukungannya agar acara ini berjalan lancar ke depannya," pungkas Trisnadi. (al)
Editor : Damianus Bram