RADARWONOGIRI.COM – Pengerukan sedimentasi di Waduk Gajah Mungkur (WGM) lebih mengandalkan eskavator dibandingkan kapal penyedot lumpur (dredger). Kondisi waduk disebut juga masih bagus.
Kepala Sub Divisi Jasa ASA III/1 Perum Jasa Tirta (PJT) I Fendri Ferdian mengatakan, sebenarnya ada sejumlah alat dredger di perairan WGM. Hanya saja, dredger-dredger itu bukanlah aset PJT.
”Dredger yang masih ada di Bendungan Wonogiri (WGM) adalah aset kepunyaan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo,” ujar dia, kemarin (17/9).
Karena itu, untuk urusan menggali sedimentasi di WGM, pihaknya mengandalkan alat berat berupa eskavator. Kemudian, material yang sudah tergali bakal diangkut.
”Diangkut pakai dump truk. Kita bawa ke disposal area,” terang dia.
Fendri menerangkan, jika dredger itu dilimpahkan kepada PJT, maka akan digunakan untuk operasional dredging. Namun srmentara ini pihaknya menghunakan eskavator.
”Kalau proses eskavasi mulai bulan Oktober nanti,” beber Fendri.
Menurut Fendri, sedimentasi terjadi karena erosi masuk ke sungai kemudian mengendap di WGM. Sedimentasi itu mengakibatkan berkurangnya daya tampung waduk.
Pihaknya mengimbau masyarakat ikut menjaga kelestarian waduk. Salah satunya dengan tidak membuang sampah atau limbah ke sungai. Pihaknya sering menemui sampah di sekitar intake yang sangat mengganggu operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Wonogiri.
Lebih jauh, Fendri menuturkan, usia pakai waduk itu dirancang mencapai seratus tahun. Pada dasawarsa ke empat ini, kondisi waduk masih bagus. Hal itu karena adanya upaya perawatan dengan membangun waduk di bagian hulu. Selain itu juga membangun closure dyke untuk menahan sedimentasi dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Keduang.
”Upaya nonteknis juga dilakukan, yakni dengan penghijauan dan konservasi di daerah hulu,” tandasnya. (al/adi)
Editor : Damianus Bram