RADARWONOGIRI.COM – Adanya kasus bunuh diri di Kecamatan Baturetno, karena kalah bermain judi slot, harus menjadi menjadi pembelajaran bersama. Jangan sampai hal-hal semacam itu terulang. Seperti ditegaskan Bupati Wonogiri Joko Sutopo, kemarin (10/10).
Sebagai catatan, ada 13 kasus bunuh diri di Kota Sukses sejak awal tahun hingga 9 Oktober. Dari jumlah itu, ada kasus bunuh diri setelah kalah bermain judi slot. Diketahui dari wasiat yang ditulis korban di kalender.
Jekek (sapaan akrab Joko Sutopo) menjelaskan, pemkab sudah sering mengedukasi warga usia produktif, terkait literasi keuangan. Terutama tata kelola finansial yang bagus, supaya tidak terjerat pinjaman online (pinjol) hingga judi slot.
Sosialisasi sering dilakukan bersama pihak-pihak terkait. Namun upaya ini tidak mudah, terutama untuk menjangkau semua warga usia produktif.
“Saat ada keterbukaan informasi publik, ada ruang yang bisa digunakan untuk mendapatkan informasi lebih strategis. Belajar mengambil hikmah dari kejadian ini (bunuh diri di Baturetno),” kata Jekek.
Dari informasi tersebut, masyarakat bisa belajar. Menurut Jekek, tangan-tangan pemerintah memang kesulitan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. “Jadi ini ruang pembelajaran bersama,” hematnya. (al/fer)
Editor : Damianus Bram