Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Serka (K) Ratri Widaningrum, Babinsa Perempuan Pertama di Wonogiri: Awalnya Mikir Berat, Kini Tambah Semangat

Iwan Adi Luhung • Sabtu, 28 Oktober 2023 | 17:00 WIB
Serka (K) Ratri Widaningrum saat betugas sebagai babinsa di Selopuro, Batuwarno.
Serka (K) Ratri Widaningrum saat betugas sebagai babinsa di Selopuro, Batuwarno.

RADARSOLO.COM - Dedikasi Serka (K) Ratri Widaningrum mengabdi di TNI AD tidak perlu diragukan lagi. Perempuan 34 tahun itu sudah malang melintang bertugas di sejumlah daerah.

Nah, kali ini dia mendapat tugas baru sebagai babinsa di Selopuro, Batuwarno. Dan ini kali pertama ada tentara perempuan bertugas di posisi itu di wilayah Kodim 0728/Wonogiri.

Menjadi tentara wanita tak pernah terbayangkan di benah Ratri waktu kecil. Apalagi menjadi seorang babinsa.

"Ayah saya almarhum tentara juga. Tapi waktu masih kecil, saya tidak tahu kalau ada tentara wanita (Kowad). Malah tahunya polwan," ujar dia saat ditemui di rumahnya di Bulusulur, Wonogiri, Jumat (27/10).

Ratri mengawali karirnya sebagai Kowad di Kodam III/Siliwangi pada 2010-2011. Di sana, saat itu dia bertugas aide-de-camp atau ajudan Koesni Harningsih, istri Pangdam III/Siliwangi Moeldoko, yang saat ini menjabat kepala Staf Kepresidenan

Pada 2012, dia pindah ke Kodam IV/Diponegoro. Selanjutnya pada 2014 dia bertugas di Kodim 0728/Wonogiri. Sebelum bertugas menjadi babinsa, Ratri bertugas sebagai baurdal (bintara urusan dalam).

Ya, Ratri tak pernah terpikir mengemban amanah sebagai seorang babinsa. Sebab, posisi itu sangat akrab dijabat seorang tentara pria. Meski begitu, sebagai seorang prajurit, dia tetap menjalankan tugas.

Dan, penugasan ini sekaligus pecah telur. Sebab, dia menjadi pembuka pertama babinsa wanita di Wonogiri.

Sebelum menjalankan tugas itu, dia berpikir bahwa tugas babinsa cukup berat karena banyak kegiatan di wilayah. Dan ini akan menyita banyak waktu. Apalagi, seorang babinsa juga harus on call 24 jam. Jika terjadi sesuatu, maka harus segera tiba.

"Tadinya saya kaget. Bisa tidak ya jadi babinsa," kata dia.

Apalagi, jarak rumah Ratri dan tempatnya bertugas cukup jauh. Rumahnya ada di wilayah Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota. Atau berjarak 54 kilometer dengan tempat bertugas.

Namun, ternyata apa yang ada di bayangannya terbantahkan. Di Kelurahan Selopuro, ada dua orang babinsa. Selain itu, juga ada aturan bahwa seorang Kowad saat bertugas menjadi babinsa tidak boleh melakukan piket saat malam.

"Saya baru bertugas sebagai babinsa pada 12 September. Saya juga dibimbing Pak Joko (rekan babinsa di Kelurahan Selopuro). Jadi semisal ada kejadian malam, yang bertugas Pak Joko," kata dia.

Sejauh ini, peristiwa yang kerap terjadi di wilayah binaannya adalah kejadian kebakaran. Beruntung kebakaran itu bisa diatasi.

Selain bertugas sebagai babinsa, Ratri juga seorang ibu dari tiga orang anak. Suaminya juga seorang tentara. Namanya Serma Rizkan Zaini, bertugas sebagai Bati Wanwil Koramil 04/Nguntoronadi.

Urusan rumah cenderung aman. Sebab, dia bisa bergantian menjalankan tugas dengan sang suami.

"Misalnya kalau antar jemput anak sekolah, saat ayah anak-anak turun piket dan saya ke Koramil, ayahnya yang antar jemput anak. Misal semua masuk, saya atau ayahnya yang menyiasati jemput anak-anak. Meski menjadi babinsa, tugas-tugas rumah tangga juga tetap berjalan," papar dia.

Ada yang masih terkenang saat awal dia bertugas menjadi babinsa. Saat berkenalan dengan lurah, perangkat kelurahan hingga ketua RT setempat kaget dengan kedatangan Ratri.

"Mereka kaget, bilangnya kok bisa ya wanita, tentara jadi babinsa. Ya namanya tentara harus siap menjalankan perintah," tutur Ratri.

Adapun hal yang membahagiakan dia adalah sambutan lingkungan sangat positif. Dia senang, karena bisa mengobrol dengan ibu-ibu di daerah wilayah kerjanya. Kenalannya bertambah banyak.

Mereka bisa dirangkul dengan baik. Apalagi, dia juga melakukan komunikasi sosial (komsos) dan berbagai kegiatan lain. (al/bun/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#tentara #Babinsa #batuwarno #kowad #kodim 0728/wonogiri