RADARWONOGIRI.COM- Periode Januari-Oktober 2023, tercatat lima oknum guru di Kabupaten Wonogiri terlibat kasus asusila.
Catatan radarwonogiri.com, oknum guru itu yakni K, 38, yang bertugas di SD Kecamatan Tirtomoyo.
Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) itu tega menggagahi siswi asal Kecamatan Kismantoro.
Berlanjut oknum kedua dan ketiga, yakni oknum kepala sekolah berinisial M, 47, dan guru berinisial Y, 51.
Mereka bertugas di madrasah di Kecamatan Baturetno dan mencabuli 12 siswi madrasah itu.
Oknum keempat adalah MU, 43, guru SMP swasta di Wonogiri. MU menyetubuhi siswinya di laboratorium sekolah.
Terbaru adalah S, 50, guru salah satu SMP di Kecamatan Jatisrono.
Dia diduga mencabuli siswinya di dalam bus saat perjalanan pulang wisata dari Malang.
Menanggapi rentetan kasus tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri Sriyanto mengaku sudah kerap mengingatkan para guru jangan sampai terlibat kasus asusila.
“Kalau guru yang bertindak (terlibat kasus asusila), jangan harap ada ampun," tegasnya belum lama ini.
"Guru kalau begitu, lingkungan sekolah bisa menolak. Baik dari orang tua siswa dan lainnya,” imbuh Sriyanto.
Kasus terbaru di SMP Kecamatan Jatisrono, oknum guru langsung ditarik ke dinas bersangkutan.
Ditambahkan kepala Disdikbud Wonogiri, setiap sekolah memiliki pengawas.
Pengawas sekolah diintensifkan dan langsung bisa berkoordinasi dengan guru Bimbingan Konseling (BK) dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, serta kepala sekolah.
"Jadi saat ada perkembangan apapun bisa terlaporkan. Ini salah satu cara kami melakukan pengawasan eksternal. Kami intensifkan untuk mendeteksi ada permasalahan di sekolah," papar Sriyanto.
Pengawas itu diharapkan bisa mendeteksi masalah di sekolah. Permasalahan apapun, termasuk dampak media sosial yang negatif pada anak. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono