Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tak Dilirik Pabrik, Petani Tembakau Lari ke Tengkulak

Iwan Adi Luhung • Jumat, 3 November 2023 | 20:41 WIB
PRODUKSI BAGUS: Lahan tembakau di Kecamatan Eromoko
PRODUKSI BAGUS: Lahan tembakau di Kecamatan Eromoko

RADARWONOGIRI.COM – Tembakau merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis, karena ikut berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Namun sayangnya tembakau di Kota Sukses, terutama di Kecamatan Eromoko kurang dilirik perusahaan. Alhasil petani banting stir menjual produknya ke tengkulak.

Kepala Desa (kades) Tegalharjo, Kecamatan Eromoko Wiarto menjelaskan, ada sejumlah kendala dihadapi para petani tembakau di wilayahnya.

Salah satunya tidak adanya pendampingan dari perusahaan. Padahal di awal-awal program penanaman tembakau dulu, perusahaan inti rajin mendampingi.

“Awalnya kerja sama berjalan bagus. Tapi sekarang petani jalan sendiri-sendiri. Setelah panen akhirnya dijual ke tengkulak atau pengepul di luar perusahaan inti,” ungkap Wiarto, kemarin (2/11).

Wiarto mengaku menerima banyak keluhan dari warganya, terutama para petani tembakau yang tergabung dalam pola kemitraan.

Solusinya, pemerintah desa (pemdes) setempat berkoordinasi dengan kecamatan, untuk mengundang manajemen perusahaan inti.

“Tapi upaya ini tidak membuahkan hasil. Padahal hasil panen tembakau saat ini sedang bagus. Karena ditaman saat musim kemarau,” imbuh kades.

Demi menyambung hidup, para petani tembakau beralih ke tengkulak. Apalagi standar mutu produksi yang diterapkan tengkulak lebih sederhana. Tidak serumit perusahaan inti.

“Tengkulak asal Kota Solo berani membeli tembakau sortiran dengan harga Rp 52.000 per kilogram kg. Tembakau sortiran ini dalam kondisi kering atau sudah dijemur,” beber kades.

Sementara itu data Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Wonogiri, lahan tembakau di Kecamatan Eromoko mencapai 1.050 hektare. Tersebar di Desa Baleharjo, Tegalharjo, Minggar, dan Sumberharjo.

Seluruh lahan tersebut digarap 4.600 petani tembakau. Selain ditanam dengan pola kemitraan bersama perusahaan inti, tembakau juga ditanam warga di wilayah pasang surut Waduk Gajah Mungkur (WGM). (al/fer)

Editor : Damianus Bram
#Desa Tegalharjo #tengkulak #eromoko #tembakau